Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat

Tuhan Paling Romantis

Seharusnya aku tidak membuat judul seperti ini karena Tuhan hanya SATU dan tiada pembanding bagiMu. Jadi sebenarnya bukan kata 'Paling' yang kugunakan, kan? Hanya saja aku ingin menggunakan Tuhan Paling Romantis karena aku merasakannya... Aku merasakan bahwa segala romantisme yang dihadirkan di dunia ini sesungguhnya adalah romantisme paling nyata dariMu, wahai Tuhan Paling Romantis. Aku melihatnya. Manusia-manusia yang bertuhan pada hal-hal selain Tuhan yang sesungguhnya. Romantis bagi mereka berbentuk seperti memberi perhatian, memberi bunga, cokelat, kejutan atau apa sajalah yang sejenisnya. Romantisme itu mereka dapati dari hasil propaganda media, roman picisan pengeruk iman, ohh... Tapi aku juga mengenalnya. Romantisme dari orang-orang pilihan-Mu seperti laki-laki itu, dia sangat romantis. Namanya Muhammad, setiap kali mendengar namanya kami akan segera bersholawat atasnya, untuk lelaki paling romantis itu. Seorang lelaki yang tak segan membantu istrinya, bersenda gura...

Sponge's Dream

Gambar
Kalau melihat orang-orang yang berilmu, rasa-rasanya aku ingin sekali menjadi spons. Ilmu mereka seperti air mengalir yang ingin sekali kuserap sampai habis. Hahaha, bukan artinya aku membiarkan mereka kering ilmu tapi aku merasa sangat-sangat haus dengan ilmu yang mereka miliki. Ya, memang ilmu itu mahal. Bukan harganya, tapi perjuangan mendapatkannya. Aku tahu, untuk menjadi seorang yang ahli di bidangnya haruslah melalui banyak proses. Tapi sungguh, aku ingin sekali menjadi spons... Ingin menyerap ilmu mereka, orang-orang cerdas yang isi kepalanya bagai santapan lezat...

I Have a Pride to Make You Proud

Gambar
"Wanita cantik memang untuk dipacari Tapi wanita dewasalah yang akan dinikahi..." Kata-kata itu, kata yang diucapkan oleh Ustadzah Sarma saat aku masih belajar di pesantren. Kata yang tetap kuingat sampai saat ini walau mungkin yang mengucapkan sudah hampir lupa, ada sekitar 7 tahun lalu ia ucapkan. Kata-kata itu, menumbuhkan keyakinan pada diriku bahwa wanita akan dipilih bukan hanya dasar kecantikannya saja. Karena pernikahan bukanlah agensi model yang membutuhkan kecantikan semata. Ia lebih dari itu!

Sebab Bunga Hanya Rekah Sekali

Gambar
Sebab bunga hanya rekah sekali Setelah itu ia akan layu atau mati... ~ Pernahkah kita melihat bunga yang mekar dua kali? Tidak. Sekuntum bunga hanya akan mekar sekali Begitulah sejatinya seorang perempuan, ia takkan mekar dua kali Oleh karenanya mekarlah pada saat yang tepat dan dipetik oleh orang yang tepat "Wanita hanya punya satu hati, dan cinta yang telah diberi takkan kembali"

Tidak Melihat, Tidak Dilihat

Gambar
Sebuah obrolan pendek dengan teman menghasilkan jawaban-jawaban yang tidak aku sangka tapi sebenarnya memperjelas opini umum yang ada. Tidak perlu diceritakan bagaimana obrolan itu bermula tapi aku mendapatkan beberapa hal : 1. Lelaki memang memandang kecantikan wanita. Sudah menjadi opini umum bahwa lelaki normal akan cepat suka pada wanita cantik. Artinya fisik (terutama wajah) adalah nilai pertama. 2. Lelaki cenderung memilih wanita yang DIA SUKA, sedangkan perempuan memilih lelaki yang padanya DIA NYAMAN.

Rindu Ini, Entah Bagaimana Aku Menjawabnya

Malam ini tengah rindu-rindunya pada pesantren. Padahal baru dua hari yang lalu aku main kesana. Pun itu bukan yang pertama kalinya. Paling tidak dalam rentang waktu sebulan aku pergi ke pesantren. Entah itu punya keperluan atau tidak, aku akan datang. Sebab rindu... Masalahnya malam ini bukan merindu pada tempatnya, tapi merindu pada masa-masa nyantrinya. Kan repot, mana ada obatnya ini ya? Kenapa pesantren menjadi sangat lekat dalam diri ini, jawabannya ya karena selama 6 tahun aku tumbuh dan besar disana. Karakter diriku juga ditempa disana bersama teman-teman baik yang seangkatan maupun beda angkatan. Aku jadi pengen cerita banyak nih... Momen yang paling sedih buat kami semua tentunya adalah momen perpisahan. Dilema memang. Di satu sisi pastilah kita ingin tamat dari pesantren. Mau lanjutin sekolah, mau berkarir, mau bebas dari disiplin. Perasaan-perasaan itu tentu ada. Di sisi lain kita juga sedih karena harus berpisah dari kawan-kawan kita yang sudah seperti saudara. Bayan...

Di Awal Penghujung Tahun ...

Ini sudah Desember saja, sudah di awal penghujung tahun... Aku ingin membuka awal penghujung sekaligus menutup tahun dengan sesuatu bernama kelegaan. Aku bertukar pikiran dengan banyak orang dan itu membuatku semakin belajar Bahwa tidak ada yang harus dipaksakan dalam urusan ini Urusan hati... Aku manusia, bukanlah yang bisa mengatur segalanya Bukan pula yang bisa memaksakan kehendak, sebab kita bukanlah Yang Maha Berkehendak

Pilihkan Satu yang Engkau Ridhoi

"Aku bertemu dengan banyak adam di dunia ini, tapi tak satupun juga yang kuyakini sebagai engkau. Imamku..." Sepotong puisi yang aku tulis di catatan harianku. Mungkin bukannya 'tidak' kutemukan, hanya saja 'belum'. Untuk memahami lelaki memang tidak perlu pacaran kok, bahkan saat berteman atau sekedar rekan kerja saja kita bisa mengenal mereka. Begitu yang kulakukan, melihat satu per satu sambil merenungkan orang seperti apakah yang pantas menjadi imam. Apa ukurannya? Kematangan berpikir kah? Kematangan sikap kah? Keilmuan kah? Atau sekedar cocok dan tidak cocok?

Biarkan dengan Jalannya Masing-Masing

Sering aku ditanya oleh teman-teman di kampus, "Kau setuju sama FPI, Put?" "Kau setuju sama HTI, Put?" "Kau orang PKS, Put?" "Kayakmana pendapatmu soal ormas-ormas itu, Put?" dan pertanyaan sejenis lainnya. Simpel sih, jawabanku selalu "BIARKAN DENGAN JALANNYA MASING-MASING"

Kamu Cantik, Percayalah...

Hanya 4% wanita di dunia yang merasa bahwa dirinya cantik. Selebihnya? Merasa tidak atau kurang cantik. Anehnya kalau cewek dibilang jelek, pasti marahnya bukan main. Tapi dirinya sendiri tidak merasa cantik. Jadi bingung ya? Begitulah wanita. Dulu masalah terbesarku juga ini, merasa tidak cantik, tidak cukup enak dilihat, bahkan aku merasa takut menyukai lawan jenis hanya karena tidak yakin bahwa dia mau melihatku. Klasik memang, tapi kenyatannya begitu. Sampai akhirnya aku nonton video yang satu ini dari adik kelasku, iklan ini milik Dove. You're More Beautiful Than You Think

Agama Juga yang Jadi Jaminan

Akhir-akhir ini banyak banget kasus yang terjadi dimana rasa-rasanya tidak masuk akal. Sebut saja tewasnya dua model cantik dengan cara yang sadis dan tidak manusiawi, kemarin juga ada seorang wanita yang memotong alat vital pasangannya. Ini gila. Sungguh-sungguh gila! Kerjaan makin aneh-aneh, hati nurani sudah tidak ada. Fiuh~ Rasanya sangat bersyukur hidup di dalam Islam, yang segala sesuatu sudah diatur dengan sempurna di dalamnya. Bersyukur sekali Islam mewajibkan jilbab untuk wanita karena dengannya Allah jamin keselamatan diri serta untuk dikenali. Ternyata benar janji Allah itu. Beberapa kejadian menghebohkan di Indonesia menjadikan wanita-wanita tak berjilbab sebagai korbannya. Naudzubillah min dzalik ya Allah... Then, PACARAN. Apapun aliran pacarannya, yang namanya pacaran tetap aja haram. Enggak ada toleransi buat yang namanya dosa, toh? Kasus-kasus kriminalitas dan asusila sebagian besar bisa dipastikan karena hubungan percintaan yang tidak halal itu. Pacaran, selingkuh, ...

Marrying Korean? Think More!

Gambar
Everything about Korea pasti jadi pembicaraan hangat saat ini. Apapun itu kalau soal Korea pasti ramai saja. Artis, musik, drama, fashion, sampai makanan Korea selalu jadi bahasan menarik. Anehnya banyak sekali yang memimpikan menikah dengan orang Korea. *Keadaan yang sama dengan demam F4 (Tao Ming Tse, dkk) yang memunculkan fenomena mencari pasangan dari Taiwan* Ya, siapa yang bisa bohong kalau tampilan mereka sangat menarik (saat ini, dulu tidak). Pas lagi iseng-iseng browsing akhirnya nyasar di salah satu artikel yang pada akhirnya membuat aku penasaran tentang pernikahan di Korea. Yang paling sering aku tanyakan itu, "Kenapa orang-orang Korea lama menikah?" >> Wanita Korea Lama Menikah Bayangkan, di Indonesia menikah di umur 30 aja udah tabu. Laki-laki sih aman, perempuan yang kocar-kacir di ujung tanduk. Nah, di Korea di umur kepala empat pun mereka masih santai untuk menjomblo. Malah kalau ada yang menikah di usia 20-an dianggap terlalu muda. Aduh, di...

Tuhanku, Begini Ceritanya...

Tuhanku... Aku ini hamba-Mu, izinkan aku bercerita sedikit saja Tuhanku, Kadangkala nafsu ini ingin sekali seperti mereka. Mereka yang bergelimpangan kenikmatan duniawi. Tuhanku, aku ini manusia yang masih digoda oleh makhluk terkutuk bernama syetan. Tapi Tuhanku, kadangkala nafsu ini berkata "Hei, kau juga bisa kalau mau mengikuti cara sejenis. Kau punya potensi kesana...", begitu berulang kali nafsu menggoda. Tuhanku, aku tahu Engkau yang memberikan berbagai potensi pada diriku. Tapi bukankah nikmat terkadang datang sebagai bentuk ujian? Bagaimana jika kemudian potensi yang kumiliki ternyata salah dipergunakan untuk membangkangimu? Oh Tuhan, ampunkan aku... Tuhanku, Berilah aku kekuatan iman dan keistiqomahan dari segala perasaan yang menyelinap di dalam hati, dari segala perbuatan yang tidakdi jalan-Mu, dari segala perbuatan yang tidak diniatkan karena-Mu, jauhkan kami dari perbuatan yang demikian itu ya Rabb... Jika memang dunia adalah penjara bagi kami, maka it...

Jangan Tanya Bagaimana Cara Allah Membalasnya

"Rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka" Ini adalah salah satu makna ayat dari surat Ath-Thalaaq yang biasa disebut ayat Seribu Dinar. Keluarbiasaan ini aku rasakan sendiri, dan semoga dengan niatan berbagi ini bisa menambah kekuatan iman kepada Allah Ta'ala yaa... Ceritanya begini : Sebulan lalu (tepatnya Juni) kami punya sebuah event besar di kampus, acara ini menelan banyak biaya yang pada akhirnya mengalami ketidakseimbangan finansial alias rugi. Kerugiannya cukup besar sehingga harus pinjam sana-sini. Waktu itu tabunganku juga harus dikorbankan. Cukup banyak, melewati setengahnya. Alhasil sisa tabunganku hanya tersisa beberapa digit saja. Anehnya walau harus mengeluarkan segitu besar, tapi aku enggak nyesal. Malah lebih menyesal dengan dana yang ku keluarkan untuk event sebelumnya. Walaupun jumlahnya jauh lebih kecil. Mungkin karena memang sudah diniatkan, dari awal event besar ini aku sudah niatkan ingin bantu dana dan begitulah mungkin carany...

Orang Bilang Belajar Agama itu Kolot

Gambar
Orang bilang belajar agama akan membuat kita kolot, belajar agama akan membuat kita terkungkung dari zaman modern, belajar agama akan membuat kita terisolasi dari kehidupan sesungguhnya. TERSERAH! Itu kata orang, beda dengan yang aku rasa. Belajar agama itu kata ALLAH, kata RASULULLAH. Semua perkataan orang itu enggak aku dapatkan, kok... Aku tetap bisa bersosialisasi dengan lingkungan, malah karena belajar agama aku jadi tahu cara bermu'amalah (berhubungan) yang baik. Islam mengajarkan untuk saling mengasihi, menghormati, memulai dengan salam, menyapa, saling mendoakan, saling memaafkan, apa itu tidak cukup baik? Agama yang mengajarkan keteraturan... I got it from Islam... Kata orang belajar agama cuma bakal menjadikanmu ustadz-ustadz, yang gayanya kolot dan tidak tahu perkembangan zaman. That's wrong! Really big mistake! Malah di dalam Al-Qur'an dan hadits lah terdapat banyak sekali ilmu pengetahuan yang sangat berkembang. Dulu, sebelum ada penelitian soal p...

A Melancholy Choleric Man

Gambar
Pasti sudah tidak asing lagi dengan empat temperamen dasar manusia kan? Ada 4 temperamen dasar yang kita kenal kini, yaitu : Melankolis, Sanguin, Koleris dan Plegmatis. Keempat temperamen ini terbagi dua lagi. Melankolis dan Plegmatis pada bagan Introvert (tertutup) sedangkan Koleris dan Sanguin pada bagan Ekstrovert (terbuka). Nih rumus dasarnya, Plegmatis itu >> Cinta damai, ikut arus, tenang, enjoy Koleris itu >> Berapi-api, mau menang sendiri, nggak pedulian Sanguin itu >> Si Populer, suka ngomong, berantakan, suka lupaan Melankolis itu >> Planner, teratur, pemikir dan sangat sensitif perasaannya Kelihatan kan perbedaan-perbedaannya? Kemudian, aku ketemu teori jodoh dari keempat temperamen dasar ini. Analisisnya, aku adalah Sanguin Plegmatis (katanya gitu) tapi sedikit terpola dengan melankolis. (terpola adalah istilah untuk pola asuh dan pola didik tertentu. Biasanya terpengaruh dari orangtua atau saudara kandung) Terus orang yang me...

Dinosaurus pada Zamannya, Manusia pada Zamannya

Gambar
"Hikmah selalu berada dimana saja, tugas kita adalah mencarinya" Satu hari aku membaca komik Doraemon yang bercerita tentang Nobita yang pergi ke masa lalu dimana Dinosaurus hidup. Nobita ingin alam yang masih ramah dan tidak diganggu oleh kebisingan-kebisingan yang ia temui di masa kini. Doraemon memenuhi keinginannya, Nobita hidup di zaman dulu dan berusaha menyesuaikan diri dengan manusia zaman purba.  Awalnya ia merasa senang, tapi kemudian hidupnya terganggu dan terancam dengan kehadiran dinosaurus yang sangat liar. Nobita menangis kemudian mengadu pada Doraemon. Di ujung cerita Doraemon bilang : "Semua makhluk diturunkan pada zamannya, kamu sudah ditakdirkan hidup di masa kini dengan kemampuanmu" Simpel.Tapi sampai saat ini aku tetap ingat pesan dari cerita itu. Bahwa setiap kita diturunkan pada keadaan yang kita sanggup untuk menjalaninya. Persis kayak apa yang disebutkan dalam Al-Qur'an, bahwa Allah tidak akan menguji hambaNya melebihi kemampua...

The Diary of Diaries

Gambar
Dulu, waktu di pesantren aku punya kebiasaan menulis diary. Saking seringnya, aku sampai punya 3 diary full tentang kisah-kisah selama di pondok. Sebenarnya ada 4, tapi yang pertama ditangkap sama Pengasuhan waktu pemeriksaan lemari. Memang sih, kebanyakan diary biasanya bisa membongkar 'rahasia-rahasia cinta terlarang' di pesantren. Hehehe... Kalau bosan, aku suka sekali baca ulang diary-diaryku. Nanti aku pilih satu yang lagi aku kangenin terus aku baca-baca. Terus saking udah lamanya, kadang aku suka lupa kejadiannya. Aku juga suka lupa siapa yang aku maksud disitu. Maklum, aku enggak pernah menulis nama asli orang di diary, pasti disamarkan. Antisipasi aja, kalau-kalau ada yang iseng baca diaryku dia enggak akan ngerti maksudnya. Hehe. Diary itu cukup menggambarkan masa remajaku di pesantren. Perjalanan sebagai seorang ABG, yang sedikit alay dan lebay. Ya, pastinya tiap orang memiliki masa jahiliyah, termasuk aku. Apa aja sih yang diceritakan di diary? Banyak! Mul...

Tulisan Percobaan

Dulu, dulu sekali aku bisa mengungkapkan apapun melalui tulisan Kubaca diary SMA-ku dan kutemui seorang Putri yang begitu gamblang menceritakan perasaannya, apa yang dilihatnya, dirasakannya, bahkan semua itu sangat terasa dari cara ia menulisnya. Ia yang begitu jujur mengatakan suka, sedih, marah... Apa saja yang ia mau tuliskan Dan aku temukan diriku hari ini Begitu sulit untuk menuliskan perasaan Bukan enggan untuk jujur, tapi tiba-tiba begitu sulit untuk jujur walau dalam tulisan sendiri Dulu, dulu sekali aku bisa menceritakan apapun kepada orang Mau yang sudah lama dikenal, ataupun yang baru kenal Putri yang dulu, ia bisa sangat jujur menceritakan perasaannya kepada temannya Bahkan ia dengan sangat gamblang dan kepercayaan tingkat tinggi menceritakan rahasianya Setiap hari, ia punya satu momen untuk sekedar bercerita Mau temannya bereaksi apa, dia tenang saja dan tetap bercerita Dan aku temui diriku kini Merangkai kata pun menjadi sulit Walau kini sudah kuliah di...

Thanks to the PROBLEM!

Gambar
Aku yang hari ini adalah hasil tempaan masalah. Ayah selalu bilang "Masalah yang akan membuat manusia tetap hidup" Besok kita akan makan apa? Itu adalah masalah. Besok saya akan makan nasi, dengan lauk yang mana membelinya dari uang hasil kerja >> adalah solusi. Setiap manusia akan mati >> Ini masalah Menemukan cara untuk tetap bertahan hidup >> Ini solusi Berterima kasihlah pada masalah yang 'membesarkanmu' Karena itulah cara Allah mengasihimu, menginginkanmu menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter. ALLAH ingin itu! Tidak pernah sekalipun Allah memberi masalah karena membenci kita. Sebab jika Allah sudah benci, bukan masalah yang diberi melainkan AZAB. Naudzubillahi min dzalik... Aku yang hari ini adalah hasil tempaan masalah. Hukuman sosial Bullying Tekanan Diskriminasi Terjepit kondisi de el el... Ya, semua masalah itu sudah pernah kualami. Dan keadaan-keadaan itu juga yang menempa pribadiku. Masalah hanya akan menghasilkan dua golongan ...