Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pesantren

Yiyink and Gigink

Gambar
Gigink Yiyink wisudaan Begitu kami saling memanggil. Aku memanggilnya Yiyink dan dia memanggilku Gigink . Kalau mau ringkas, kami tinggal menyebut "Ink..." saja. Terdengar cukup aneh memang, tapi itulah kami. Ini tentang temanku, Nida. Hello Ink, how are you? :) ( *atas request -nya aku menambahkan beberapa cerita yang masih dia ingat* ) *** Because of Art Kami dipertemukan saat duduk di kelas 1 Tsanawiyah, aku dan dia sama-sama duduk di kelas 1C. Anak-anak di kelas unggulan ini rata-rata hampir sama. Perfeksionis, rajin belajar, pengen nilai tinggi dan sangat kompetitif. So bored.  Sampai akhirnya aku ketemu Nida yang suka menggambar saat kami ditugaskan membuat mading kelas. Aku akui, dia lebih jago. Makanya sampai kami tamat, dia tetap menjadi Ketua Dekorator sedangkan aku wakilnya, hehehe... Sempat terpisah waktu kelas 3 SMP. Karena rada bandel dan gak serius belajar, aku sempat turun ke kelas 3E sementara Nida tetap di 3C. Tapi justru ini membawa hik...

Hari-Hari Bersama Pramuka

Gambar
Salam Pramuka! 14 Agustus, Hari Pramuka Ahh rasanya sudah lama tak menyentuhmu... Jadi izinkan aku berbagi kisah-kisah selama kita menjalani hari bersama itu... *** Atok kami adalah seorang Pembina Pramuka yang sangat aktif. Berbagai event nasional sampai internasional pernah Atok ikuti. Bahkan Sibolangit yang jadi Bumper (Bumi Perkemahan) sekarang ini juga bagian dari usaha atok saat membukanya. Jejak Atok diikuti oleh anak-anaknya, termasuk mamak. Jadilah aku memiliki kesan yang sangat baik terhadap Pramuka. Apalagi waktu Atok meninggal pada 2009, rekan-rekan dan adika didikannya datang menggunakan seragam Pramuka dan menyebut Atok kami sebagai Atok Pramuka. Pramuka, aku sudah mengenalnya sejak duduk di bangku SD. Ekstrakulikuler yang paling kucari dan paling ingin kuikuti tapi sayang waktu itu Pramuka hanya boleh diikuti oleh kelas 5 dan 6 saja. Jadilah aku menunggunya :D Pramuka di SD itu kan untuk Siaga, jadi wajar saja kalau Pramuka SD banyak main-mainnya ketimbang ket...

Petualangan di Malam Tahun Baru

Gambar
Apa yang orang-orang lakukan di malam pergantian tahun? Niup terompet? Jalan-jalan? Maen kembang api? Aku punya cerita yang beda... *** Entah disengaja atau tidak, pesantren selalu menyetel ujian tengah tahun itu jatuh pada malam tahun baru. Selama 6 tahun di pesantren aku sama sekali enggak pernah merayakan tahun baru di luar. Jangan harap kami sedang berpesta pora, yang ada hanyalah berkutat dengan buku pelajaran, catatan dan kamus bahasa Arab. Begitulah, kami memang punya kebiasaan sahirullayal (bangun di tengah malam) untuk belajar saat musim ujian. Pada masa ujian kami diberi kelonggaran untuk tidur sampai jam setengah 11, kalau hari biasa kami harus sudah tidur pukul 10 malam tepat. Jadi bagaimana petualangan tahun barunya? Aku akan jawab... IT'S WOW!

Rindu Ini, Entah Bagaimana Aku Menjawabnya

Malam ini tengah rindu-rindunya pada pesantren. Padahal baru dua hari yang lalu aku main kesana. Pun itu bukan yang pertama kalinya. Paling tidak dalam rentang waktu sebulan aku pergi ke pesantren. Entah itu punya keperluan atau tidak, aku akan datang. Sebab rindu... Masalahnya malam ini bukan merindu pada tempatnya, tapi merindu pada masa-masa nyantrinya. Kan repot, mana ada obatnya ini ya? Kenapa pesantren menjadi sangat lekat dalam diri ini, jawabannya ya karena selama 6 tahun aku tumbuh dan besar disana. Karakter diriku juga ditempa disana bersama teman-teman baik yang seangkatan maupun beda angkatan. Aku jadi pengen cerita banyak nih... Momen yang paling sedih buat kami semua tentunya adalah momen perpisahan. Dilema memang. Di satu sisi pastilah kita ingin tamat dari pesantren. Mau lanjutin sekolah, mau berkarir, mau bebas dari disiplin. Perasaan-perasaan itu tentu ada. Di sisi lain kita juga sedih karena harus berpisah dari kawan-kawan kita yang sudah seperti saudara. Bayan...

Saat Tuhan Terlambat

"Terlambat..." Seringkali Tuhan terlambat memberikan keinginanku, tapi aku mensyukuri semua itu. Ya, bagiku terlambat. Tapi di sisi Allah itu adalah waktu yang tepat. Dulu, waktu masa jahiliyah, di jaman lagi panas-panasnya pengen pacaran aku sering minta yang aneh-aneh. Doa sih, tapi yang diminta isinya dosa. Aneh memang ckckck... Misalnya aja, waktu aku suka sama salah seorang kawan, aku minta ke Allah untuk dikasih kesempatan bisa pergi bareng sama dia. Paling enggak jalan-jalan ke mall lah (hueks banget), karena waktu itu jarak dan disiplin pesantren yang memisahkan. Hehehe...

Pesan Kematian Seorang Teman

"Seorang sahabat kami pergi, ia orang kedua di angkatan yang pergi meninggalkan kami. Tak ada yang menyangka, karena janji di alam rahim itu memang tak pernah disangka" *** Aku memutuskan untuk menulis, setelah tak bisa mengalahkan perasaan sendiri bahwa ada rasa kehilangan yang cukup besar melepas rekan sebaik dirimu. Kita tidak terlalu dekat, jujur kukatakan bahwa untuk pertama dan terakhir kali aku mendengar suaramu adalah saat aku menjenguk dirimu. Di operasi pertamamu, kupikir aku akan menemukan seorang rekan yang tertidur di ranjang ICU bersama dengan selang disana-sini. Ternyata tidak, aku menemukan seseorang yang sudah cukup kuat untuk menyadari kedatangan teman-temannya dan masih bisa bercerita walau pandangan matanya masih lemah. Aku tak berani mendekatimu, aku hanya berdiri di samping seorang teman yang bicara denganmu. Bukan apa-apa, karena pandanganmu yang masih rendah otomatis aku harus berada sangat dekat denganmu kalau ingin bicara. Aku tak bisa. Saat itu...

#TwitPeDe

Gambar
Sebuah riset menunjukkan bahwa ketakutan terbesar manusia bukanlah hal-hal mistis yang berbau horor, tapi ternyata yang duduk di peringkat pertama adalah bicara di depan umum. Perasaan takut salah, takut dinilai orang sepertinya menjadi unsur dominan untuk membuat seseorang jadi kacau ketika tampil.  Beberapa grogi, beberapa blank dan ada juga yang sampai pingsan. Ketidaksiapan mental itu muncul dari sebuah unsur yang tidak ada bernama PERCAYA DIRI.

New Santri on Ramadhan

Gambar
Ini ceritaku waktu pertama kali menjalani puasa sebagai anak pesantren... Pertama puasa di pesantren kaget juga sih, karena di SD kan biasanya enggak sekolah kalau bulan puasa. Sementara di pesantren kita masuk sekolah kayak biasa, cuma jam belajarnya dikurangi. Yang biasanya per jam belajar itu 45 menit dikurangi jadi 30 menit. Pun banyak kompensasinya, misalnya aja kalau kita pada lemas usatdznya mau ngasih istirahat. Hehe~ Kekagetan kedua adalah jam sahur. Kalau di rumah kan sahur jam setengah 5-an jadi udah dekat subuh. Ya kalau di rumah sih emang cepat ya, namanya aja kita cuma berempat. Nah ini satu pesantren ada 2000 orang!!! Jadi jam setengah 4 udah mulai dibangunin. Paling lama jam 4 semua udah duduk di dapur. Jadi kira-kira setengah 5 udah siap makan dan siap-siap ke mesjid untuk sholat subuh. Awalnya kaget dong! Dalam keadaan setengah ngantuk kita jalan ke dapur, terus sampai dapur sanggup-sanggupnya tidur lagi di meja makan. Hahaha... Terus ada yang unik kalau bulan...

Dibalik Doa yang Tak Terkabul

Gambar
Apa yang kita minta tidak selalu harus ada. Karena Allah memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Ini ceritaku... Dulu aku benci sekali saat harus masuk pesantren. Bayangan penjara itu menari-nari di otakku. Hadeh, preman sekolah sepertiku harus masuk pesantren?? GOD!! waktu itu aku sering stress sampai rutin sakit... Hahaha Dulu aku pernah gagal masuk UGM padahal aku pengennya bukan main, saat itu aku sedih sampai menangis berhari-hari. Teman-temanku pasti tahu itu, hihihi... Aku juga pernah gagal masuk UNAIR, padahal kepengennya minta ampun. Akhirnya aku masuk Komunikasi USU yang awalnya sangat tidak aku nikmati. Lalu aku pernah mengeluh karena kerjaanku sebagai wartawan kampus kadang-kadang menyita waktu yang tidak sedikit, pernah aku lari dari tanggung jawab tapi Allah menegurku dengan sebuah musibah. (Hape HILANG!) TAPI ALLAH ITU MAHA BAIK! Selama aku di Dai Muda Pilihan, aku baru tau manfaatnya kenapa aku harus jadi santri, lalu kenapa aku tidak lulus d...

Catatan Mantan Calon Santri

Kenapa harus mantan calon santri? Karena begitu lulus jadi santri kan sudah mantan calon namanya :D Malam ini habis lihat foto-foto calon santri baru di Facebook, rasanya jadi kangen waktu berada di posisi mereka. Calon santri, atau yang disebut Capel (Calon Pelajar) dulunya. Angkatan manapun pasti punya kisah sendiri semasa capel. Masuk pesantren awalnya bukan keinginanku tapi keinginan orangtua karena melihat saudara yang juga masuk pesantren, walaupun demikian aku juga mau masuk pesantren. Jadi bukan karena terpaksa. Satu hari yang cerah, aku disuruh pakaian rapi dan entah mau dibawa kemana. Mamak cuma bilang mau lihat pesantren . Oke, garisbawahi 'mau lihat pesantren'nya ya... Akhirnya dengan sangat lugu dan polos aku memakai sepasang baju muslim berwarna ungu dan memakai jilbab kaos. Simpel, ala anak tamat SD lah. Sesampainya disana tiba-tiba mamak mendaftarkanku dan langsung ikut ujian lisan disana. WHAT?! Bayangkanlah apa yang terjadi, tanpa persiapan! Tapi...

The 'Adams', Tentang Makhluk Bernama Lelaki

Gambar
Lelaki. Konon katanya makhluk ini berasal dari makhluk Mars, sedangkan perempuan dari planet Venus. Ini sih cuma mitos, pada dasarnya lelaki dan perempuan memang berasal dari 'planet' yang berbeda. Lelaki. Makhluk yang susah ditebak oleh wanita dan berlaku pula sebaliknya. Meminati lawan jenis pada dasarnya sudah menjadi kodrat manusia sekaligus penanda bahwa ia normal. Tidak ada yang salah karena sejatinya manusia diciptakan bersama dengan potensi cinta dan kasih-sayang, bersama potensi ingin melindungi juga potensi ingin berpasangan. Tapi kalau diingat-ingat, aku mengalami banyak sekali fase mengenal lawan jenis. Dan fase-fase itu mengalami perubahan yang signifikan terutama soal paradigma. Dulu, pertama kali masuk masa puber aku mengalami minder parah untuk mendekati lawan jenis. Waktu itu di pesantren memang ada batasan jelas antar lawan jenis sehingga aku pun enggak berani mendekati lawan jenis. Tapi kemudian banyak temen-temen yang ngajak untuk mulai mendekat...

Santri Kangen Pondok

Gambar
Kemarin baru main ke pesantren, nonton Panggung Gembira nya adek2 kelas. Panggung Gembira ini semacam Pentas seni tapi besar-besaran. Ini menjadi sunnah pesantren setiap tahunnya. Abis nonton Panggung Gembira, aku jadi rindu masa-masa kelas 6. Saat-saat terakhir sebelum jadi alumni. Ternyata udah banyak yang berubah dari kita semua, dari pesantren juga. Masa-masa terakhir di pesantren ituuu, sesuatu! Kalau ditanya, masa apa yang paling ingin kuulang yaa masa2 di pesantren. Saking serunya susah untuk menceritakan semuanya, karena dijamin bakal panjang banget. So, i just post them... Alumni ke-19 Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah. Semua jumlahnya 234 orang. Nggak percaya? boleh hitung satu-satu Ini dia angkatanku, namanya IKRH 619. Yang pasti kalau disuruh balik ke pesantren tapi tanpa mereka semua ya rasanya sama aja. Karena serunya itu pas bareng kawan-kawan semua,, :'( Ada cerita lucunya juga nih, waktu dinyatakan naik ke kelas 6 kita semua berjumlah 234 orang. Angk...