Hal yang menyedihkan dalam hidup ini adalah ketika diri kita tidak diterima sebagai diri kita Seperti seekor ikan yang berenang manja kemud...

Hal yang menyedihkan dalam hidup ini adalah ketika diri kita tidak diterima sebagai diri kita
Seperti seekor ikan yang berenang manja kemudian seseorang mengatakan "Ah, kau tidak bisa terbang seperti burung
Dalam satu waktu dua luka saling menyatu;
Luka karena tidak diterima
dan luka sebab dibandingkan

***

"Kok kamu nggak kayak dia?"

Bisakah? Bisakah berhenti mengatakannya?
Lantas aku apa?

Aku tahu betapa tak enaknya dibandingkan
Sebabnya aku belajar menerima setiap orang sebagai dirinya
Tanpa melihat kekurangannya
Tanpa membandingkannya

Tetapi ketika kalimat itu sampai di telingaku
Ahh, perih juga
Lantas aku apa?
Pelaksana impian dan bayangan hampa?

Jatuh atau dijatuhkan sama nikmatnya Sama-sama momentum tepat untuk belajar Kala terjatuh, dengan cepat kita berdiri Memastikan diri apa...

Jatuh atau dijatuhkan sama nikmatnya
Sama-sama momentum tepat untuk belajar

Kala terjatuh, dengan cepat kita berdiri
Memastikan diri apakah ada yang terluka atau baik-baik saja
Lalu segera berjalan lagi
Bahkan mungkin berlari

Kalaupun dijatuhkan, mungkin lebih seru
Sebab seperti halnya bola basket
Semakin keras ia dijatuhkan
Semakin tinggi ia membal melompat kembali

Jatuh atau dijatuhkan memang sama saja
Asal engkau tahu hidup memang tak seru jika datar-datar saja
Bahkan Tuhan pun berkata
Kekalahan dan kemenangan akan digulirkan bergantian
Supaya kita menikmati rasanya perjuangan

Berbahagialah hati
Bersyukurlah jiwa-jiwa yang kuat

Shalahuddin Umar, sebuah nama yang kusimpankan untukmu wahai Sang Pembebas yang Gagah. Dari darahku ingin kusiapkan engkau menjadi generasi...

Shalahuddin Umar, sebuah nama yang kusimpankan untukmu wahai Sang Pembebas yang Gagah.
Dari darahku ingin kusiapkan engkau menjadi generasi pembebas Baitul Maqdis.
Dari darahku ingin kusiapkan engkau yang gagah berani dalam kebenaran

Yaa Shalahuddin,
Aku tahu bahwa diriku belum lagi baik, jauh dari sempurna.
Tetapi wahai Shalahuddin, semoga keinginan dan kerinduan bertemu engkau, menjadi pengingat yang baik bagi diriku

Bukan aku tak tahu diri
Tapi jika meminta surga saja kita berani, mengapa memintakan engkau menjadi Sang Pembebas saja aku ragu?

Wahai Shalahuddin,
Kusimpankan sebait nama ini untukmu

Belakangan aku sering merenung tentang apa yang sebenarnya orang-orang rasakan tentang hidup orang lain. Ya, orang lain Seperti saat kita...

Belakangan aku sering merenung tentang apa yang sebenarnya orang-orang rasakan tentang hidup orang lain.
Ya, orang lain
Seperti saat kita melihat orang yang kelihatannya lebih sukses, lebih bahagia, lebih dicurahi banyak cinta, seperti sempurna
Pertanyaan itu muncul seiring dengan kekhawatiranku tentang 'Apakah hidupku menjadi potensi iri dalam hati orang lain'?
Jadi aku berhenti (setidaknya mengurangi) berbagi cerita baik seperti yang kulakukan dulu
Bukan apa-apa, zaman sekarang potensi penyakit hati semakin banyak seiring terbukanya informasi

Tapi dari semua itu, kalimat ajaib yang kugaungkan saat melihat nikmat hidup orang lain adalah,
"Kamu tidak tahu masalah apa yang tengah dia hadapi"
"Jika kau tertinggal dalam urusan dunia, maka unggulilah dia dalam urusan akhirat"
"Yang di sisi Allah itu lebih baik"

Ya, yang di sisi Allah.
Dari sisi-Nya.

Ketika teman-teman menikah lalu berkeluarga, kubisikkan kepada hati "Mintalah yang dari sisi Allah" sambil mendoakan diriku agar layak baginya
Ketika teman-teman unggul dalam prestasi duniawinya, kukatakan pada hati "Itu dunia, Put. Tidak akan selamanya. Kejarlah keabadian, yang abadi bersama Sang Maha Abadi"

Begitulah.
Dalam tanya, kujawab sendiri.
Jujur, belakangan waktu aku tak pandai curhat lagi
Menikmati rahasia ternyata jauh seru adanya

Ketika menuju tengah malam HP tiba-tiba bootloop sementara data kerjaan maish disana Ketika berusaha cari solusi lewat Google search tiba-t...

Ketika menuju tengah malam HP tiba-tiba bootloop sementara data kerjaan maish disana
Ketika berusaha cari solusi lewat Google search tiba-tiba WiFinya nggak mau nyambung
Di hari yang sama Ayah ulang tahun dan nggak bisa ngucapin selamat karena HP nggak nyala
Akhirnya minjem HP temen dan harus nyari contact Ayah dulu di email karena nomor yang baru nggak hapal kecuali ujungnya
Udah selesai urusan ngucapin ultah, pengen curhat gegara masih bete
Pas buka Tumblr, ternyata Tumblr diblokir. Dan segala-gala jenis curhatan (termasuk cerita manis) masih ada disana
Di saat itu aku ngerasa...

Tuhan~~ Rasanya seperti disuruh uzlah!

'Diputus' dengan sengaja dari 'dunia' ngebuat aku sadar mungkin selama ini terlalu bergantung sama kecanggihan teknologi yang apa-apa bisa dibackup dan dijadikan rujukan
'Diputus' dari sarana curhat menyadarkan aku juga bahwa sebaik-baik curhat cuma ke Allah walaupun seringkali ngerasa "lebih lucu" kalau dibuat cerita di platform atau ditulis di diary

Ah manusia...

Mungkin,
Mungkin karena sebuah ayat yang Ustadz sampaikan tadi malam, tentang membersihkan keinginan setani dari kemauan-kemauan kita agar Allah tetapkan ayat-ayatNya, entah kenapa saat itu dadaku tertohok, mataku memanas. Aku takut kalau keinginanku ternyata disusupi keinginan-keinginan setan. Sedang Nabi dan Rasul saja tidak terlepas dari godaan itu, apalagi aku yang manusia biasa? Yang dosanya masih lebih banyak ketimbang istighfarnya?

Ya Rabb...
Ampunkanlah...

21.31 disini. Di ruangan yang dingin karena ACnya hanya kunikmati sendirian. Dua rekan tak masuk, mungkin lelah selepas event. Di samping k...

21.31 disini. Di ruangan yang dingin karena ACnya hanya kunikmati sendirian. Dua rekan tak masuk, mungkin lelah selepas event.
Di samping kiri bertumpuk laporan keuangan yang baru masuk dan laporan bulan-bulan sebelumnya. Belum lagi surat permintaan ini-itu. Kukatakan ini sebagai Kerja dua puluh tangan yang dikerjakan dua tangan. Seluruh waktu dan perhatian nyaris tersedot untuk dibagi-bagi. Hampir tak ada waktu untuk diri sendiri. Yeah, this is my world!

Sebenarnya aku hampir-hampir menyerah. Diberikan amanah di ranah yang 'nggak gue banget' atau lebih tepatnya 'gue nggak suka' bisa dibilang banyak berantemnya sama diri sendiri. Kadang tersirat juga sesuatu seperti "I want another world, i want my world."

Tapi mamak dan ayah bilang,
"Semua masalah dalam kerjaan itu adalah ilmu. Kalau kita berhasil lewati maka kita kuat. Jangan mundur, apalagi sampai menyerah. Kalau penggantimu tidak lebih baik darimu, kau berdosa. Makanya, selama kau disuruh berada disitu, berarti kau harus lakukan sebaik-baiknya."
Di puncak bete seperti ini sejujurnya kadang-kadang aku enggan banyak berinteraksi dengan orang. Apalagi berinteraksi dengan kerjaan. Ngeluh? Kata pimpinanku nggak boleh. Tapi namanya manusia berbatas, pasti adalah masa-masa dimana kita merasa nggak sanggup.

Malam ini ada Kajian Majelis Ayah di kantor. Pematerinya Ustadz yang juga kerja di ranah 'dunia' lah kira-kira. Dia bilang,
"Kalau anda merasa capek dengan kerjaan anda, ketahuilah lebih capek lagi nyari kerja." 
Eh, ya Allah... bener juga... Suka nggak kepikiran kalau lagi 'kurang waras' gini.
Terus pas buka Tumblr juga entah kenapa posting pertama yang muncul itu dari Nouman Ali Khan yang isinya gini :

Rasanya ditampar lagi. Kenapa coba ketepatan gini?
Tapi Allah selalu punya cara menegur kekhilafan kita. Itu karena Allah sayang.

Sumber : posfilm.com Chrisye bukan seorang musisi?! Ya, setidaknya itu yang tergambar dalam film CHRISYE yang rilis pada 7 Desember 20...

Sumber : posfilm.com

Chrisye bukan seorang musisi?! Ya, setidaknya itu yang tergambar dalam film CHRISYE yang rilis pada 7 Desember 2017 ini. Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini mengangkat sisi lain kehidupan maestro Indonesia, Chrismansyah Rahadi atau yang lebih dikenal dengan Chrisye.

Film Chrisye dibuka dengan kisah pertentangan yang dihadapi Chrisye atas larangan Papinya terhadap keseriusannya bermusik. Bagi Papi, musik di Indonesia belum dihargai sehingga takkan mungkin memenuhi kebutuhan hidup dari musik. Padahal saat itu Gipsy -band tempat Chrisye bernaung- baru saja menerima tawaran menjadi homeband di Amerika. Papinya yang semula keras atas sikap kukuh Chrisye akhirnya luluh karena sebuah mimpi. Mimpi itu mengingatkan Papi bahwa anaknya hanya titipan, jadi dia tidak berhak melarangnya.

Secara garis besar film ini tidak terlalu banyak mengambil cerita kesuksesan karir Chrisye. Karena jika mau ditilik, film berdurasi 1 jam 50 menit ini justru lebih banyak mengisahkan Chrisye dan pandangan hidupnya. Setidaknya itu yang saya dapatkan. Tak banyak konflik dalam film ini. Ibarat jalanan, tak ada tanjakan atau turunan yang begitu kontras. Chrisye adalah orang yang sangat perfeksionis, penuh perhitungan dan tidak suka berlarut-larut dalam gegap gempita karirnya. Selain itu ia adalah orang yang memikirkan sesuatu sangat dalam. Terkadang pikirannya itu pula yang membuat dia khawatir berlebihan. Padahal hidupnya baik-baik saja.

Sikap Chrisye yang kaku juga tergambar dengan sentuhan komedi di film ini. Seperti saat ia beberapa kali dicueki Yanti, gadis pujaannya yang akhirnya menjadi istrinya. Orang yang sangat irit senyumnya, begitu kira-kira. Kekakuan nan lucu itu kembali muncul saat Chrisye PDKT ke Yanti. "Saya yakin terhadapmu, Chris," kalimat itu diulang-ulang Yanti dan membuat Chrisye tercengang. "Kamu yakin sama saya, Yan?" dan tawa penonton meledak karena paham maksud kalimat ini ke arah mana. Begitupun saat 'menembak', Yanti seru menceritakan keluarganya yang juga suka musik. Tiba-tiba Chrisya menembak, "Berarti orangtua kamu enggak apa-apa anaknya pacaran sama musisi?" Sangat to-the-point!

Tapi yang paling menyentuh hati saya adalah sisi spiritual Chrisye dalam film ini. Saya sepakat jika orang yang punya jiwa seni hatinya akan halus dan sensitif sekali. Sensitivitas ini menyentuh ranah religiusnya pula. Chrisye berpindah keyakinan menjadi seorang muslim bukan karena Yanti, melainkan ia banyak memperhatikan sekelilingnya. Sederhananya, belajar dari alam. Mengesankan sekali saat Chrisye melamar Yanti di hadapan makam ibunda Yanti. "Yan, kalau kita menikah nanti saya ingin anak-anak mengikuti keyakinan saya. Tapi saya mau kamu yang mengajari." Yanti tentu bingung. Namun Chrisye segera menjawab, "Saya ingin masuk Islam" yang langsung disambut tangis haru Yanti.

Klimaks film ini menurut saya justru pada kisah di balik lagu "Ketika Tangan dan Kaki Bicara" dimana syairnya diciptakan oleh Taufik Ismail. Pada bagian ini, mayoritas penonton dalam bioskop serasa ditohok sekejap. Lagu ini pula yang menjadi jawaban atas kegelisahan-kegelisahan hidup yang dirasakan Chrisye namun tidak bisa dijawab oleh Surya, sepupu Yanti yang banyak membimbing Chrisye paska mualaf. 

Akting Vino G. Bastian bisa dibilang memuaskan karena berhasil membawakan Chrisye tanpa harus menjadi Chrisye. Mimik wajah sampai gesture asli Vino tidak hilang dan tidak terlihat terpaksa menyerupai Chrisye, namun entah mengapa seperti ada aura Chrisye yang hadir. Memang tidak begitu kuat di awal film namun begitu kuat di bagian akhirnya.

Pada akhirnya film Chrisye menyadarkan kita tentang "Totalitas dan orisinalitas dalam karya".
Bravo!


Ready to Move Hai, this blog must be 'sawangan' setelah ditinggal beberapa waktu Yapps, tepatnya 1,5 tahun Kalo anak bayi ud...

Ready to Move

Hai, this blog must be 'sawangan' setelah ditinggal beberapa waktu

Yapps, tepatnya 1,5 tahun
Kalo anak bayi udah bisa naik Harley ini! Hahaha...

Baiklah, untuk 'menebus dosa' penulis yang udah jarang nulis (kecuali diary) dan blogger yang udah jarang ngeblog ini mungkin ke depannya blog ini bakal difungsikan kembali.

By the way ini sebenarnya didukung karena tugas dari FLP Bogor untuk Pramuda angkatan 10

Yass, Finally...
Setelah hampir 2 tahun tanpa status ke-FLP-an yang jelas (iyalah, keanggotaan FLP Sumut, badan di Jakarta tapi kerja di Jonggol) akhirnya beberapa minggu lalu surat mutasi yang dari kapan taon diberikan oleh FLP Sumut itu sudah diterima FLP Bogor.

And im officially moved
Rasanya kayak apa ya? Pindah warga negara gituh? Hahaha, lebay~
Sedikit banyaknya mirip-mirip lahapa yang pernah dijalani di Medan sama disini
Pertemuan, kelas mentoring, dan uniknya lagi sekretariatnya alias Rumcay-nya itu mirip sama Rumcay di Bogor. Tempatnya mojok di dalam gang, pas di samping pemakaman. Kayak rumcay di Sei Deli dulu hehehe...

Mudah-mudahan jadi wasilah kebaikan

Dan, mungkin ini bukan satu-satunya moving yang harus aku jalani. Selama beberapa waktu ini udah sekian banyak moving di segala urusan, hobi (sampe perasaan) yang harus dijalani.
Katanya hijrah itu baik, dan apa yang kita tinggalkan sebelum hijrah insyaAllah akan diganti dengan yang lebih (minimal sama) dari apa yang kita tinggalkan dulu.

Semoga.

PHP. Pemberi Harapan Palsu. Diberi harapan indah yang menerbangkan ke awang-awang, ditawarkan janji manis yang tampaknya menghasilkan kepas...

PHP. Pemberi Harapan Palsu.
Diberi harapan indah yang menerbangkan ke awang-awang, ditawarkan janji manis yang tampaknya menghasilkan kepastian, sayangnya... P.A.L.S.U
Lantas banyak kita dapati di sekitar kita Korban PHP ataupun Pelaku PHP itu sendiri.
Tunggu! Jangan-jangan bukan orang lain! Bisa jadi diri kita sendiri!
Entah korbannya, entah pelakunya
Astaghfirullah...

Parahnya lagi ada orang yang bangga karena sudah mem-PHP orang, seolah-olah dirinya keren banget - kece badai - very very famous apalah apalah - banyak yang ngharepin.
Duh! Kalau aja kamu tau apa akibat dari PHP yang kamu anggap lucu itu... 
Karena akibatnya SUNGGUH SAMA SEKALI ENGGAK LUCU!

Oke, jadi gini ceritanya...
Baru-baru ini aku lagi nemenin seorang teman yang terdeteksi kena penyakit 'Ain, kita konsultasi ke salah satu lembaga terapi dan rehabilitasi untuk ruqyah syar'i. Nah, di akhir konsultasi si Ustadz menyarankan sesuatu. Bukan cuma ditujukan ke temanku yang kena penyakit 'Ain tadi, tapi juga ke aku yang mendampingi.

Ustadz (U) : Kamu belum menikah, kan?

Aku (P) : Belum Ustadz

U : Saya sarankan nanti sebelum nikah kamu bayar kafarah dulu ya...

P : Hah? Kafarah? (sambil mikir dosa apa yang sampe bikin gueh harus bayar kafarah) Kafarah untuk apa ya Ustadz? 

U : Misalnya gini nih, saya sebelum nikah sempat pacaran. Terus sempat kasih janji atau harapan sehingga pasangan itu berharap. Tapi akhirnya putus dan orang itu kecewa. Nah, janji yang tidak tertunaikan itulah yang harus kamu bayar kafarahnya

P : (mikir lagi, pan gueh gak pernah pacaran, gimana ceritanya?) Ustadz, emangnya nggak cukup kalau minta maaf aja?

U : Minta maaf itu ya harus. Tapi setelah minta maaf, kafarahnya tetap harus kamu tunaikan
(jadi gini, meminta maaf itu kan hablumminannaas-nya, sementara hablumminallah-nya ya harus menunaikan kafarah itu)

Dasar Kafarah 

Kafarah berasal dari kata dasar kafara (menutupi sesuatu). Artinya adalah denda yang wajib ditunaikan yang disebabkan oleh suatu perbuatan dosa, yang bertujuan menutup dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang diperbuat tersebut, baik di dunia maupun di akhirat.

Sedangkan ayat yang menjadi dasar hukumnya adalah : 

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). QS. Al-Maidah : 89

Kafarah Untuk PHP-ers

Berdasarkan ayat di atas, kafarah yang harus dibayar bagi jomblo yang mungkin pernah sengaja atau tanpa sengaja memberi harapan/janji maka kafarah yang harus dibayar adalah :
  • Memberi makan sepuluh orang miskin dengan kualitas makanan yang sama dengan yang kamu makan
  • Jika tidak sanggup maka berikan pakaian kepada 10 orang miskin
  • Dan kalau tidak sanggup maka berpuasalah 3 hari
 Sedangkan untuk yang sudah menikah, kafarahnya dibayar untuk berdua. Tentu jumlahnya berbeda. Kalau pada jomblo yang belum menikah, kafarah diberikan kepada 10 orang miskin. Tetapi pada yang sudah menikah, jumlahnya bertambah menjadi 60 orang miskin.

 Gimana Kalau Nggak Bayar Kafarah?

Coba perhatikan definisi kafarah di awal. Jadi kafarah itu bertujuan untuk menutup dosa tersebut sehingga tidak ada pengaruhnya lagi baik di dunia maupun di akhirat.
So, tentu ada pengaruh dalam pernikahan orang-orang yang pernah mem-PHP lantas belum meminta maaf dan membayar kafarahnya. Salah satunya seperti yang dialami teman saya di cerita awal tadi.
Sederhana saja, bagaimana mungkin kamu memulai hubungan sementara ada hati yang masih terluka dan tidak ikhlas?
Emangnya nggak ngefek?

Kalau Saya Nggak Pernah Merasa PHP Orang, Gimana?

Ini nggak cuma berlaku untuk PHP sebenarnya, tapi untuk janji-janji lain yang nggak sempat atau belum tertunaikan.
Di sisi lain kita kan nggak tahu apa ada orang yang sempat berharap atau dikecewakan oleh kita. Amannya sih, bayar kafarah aja. Pun bukan untuk PHP, tapi untuk janji yang tidak tertunai atau lisan yang berkata tapi terlupa.

Wal akhir, nggak usah ngerasa keren deh kalau kamu mem-PHP orang. Ingat kafarahnya, ingaaaat!
Efeknya bakal balik ke kamu jugaaa, ngerugiin kamu jugaaa...

Rumus Anti Korban PHP
Wallahu a'lam bisshawaab

Kuyakini dunia ini begitu ramai Dengan apa yang dilihat mataku, didengar telingaku Tetapi sepi ternyata tak selalu bersimpati pada kesendi...

Kuyakini dunia ini begitu ramai
Dengan apa yang dilihat mataku, didengar telingaku

Tetapi sepi ternyata tak selalu bersimpati pada kesendirian
Sebab dalam keramaian pun selalu ada sepi

Seperti sepi yang tak terdefinisikan
Seperti bagian kosong yang hampa
Sepertinya harus dilengkapi

Menikah.