Selasa, 04 Agustus 2015 | By: Putri Rizki Ardhina

Belajar kepada Lelaki Pembelajar


Dia seorang lelaki pembelajar, yang sepanjang hidupnya terus belajar serta tak luput mengajarkan. Mungkin kita harus iri hati karena seluruh usianya adalah berkah. Tidak seperti kita yang terkadang menyia-nyiakan waktu. Pun jika kita gunakan, kadangkala belum tentu menjadi berkah. Lantas kita diperingatkan dalam surat Al-‘Ashr sebagai orang-orang yang merugi, kecuali yang beriman dan beramal shalih. 
Pada dasarnya manusia memiliki potensi belajar yang luar biasa. Hanya saja sebagian orang tidak mampu memaksimalkannya. Seolah-olah usai sekolah maka usai pula periode belajarnya.
Kembali kita bercerita tentang dia. Dia seorang pembelajar yang baik, memiliki kecerdasan luar biasa dengan kepribadian kuat nan mempesona.

Mari kukenalkan dia.
Namanya...


Muhammad bin 'Abdullah
Sang kekasih Allah.

***

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...”
Cukuplah. Cukuplah ayat ini menghentak nalar dan sanubari kita bahwa Lelaki Pembelajar itu adalah contoh dari apapun yang ingin kita lakukan.
“Dengan memperhatikan semua standar ukuran kehebatan manusia, kita bisa bertanya, apakah ada orang yang lebih hebat dari dia? Dia adalah filsuf, orator, rasul, legislator (penentu hukum), pemimpin tentara, negosiator ulung, pembaharu, pemimpin keagamaan, pendiri lebih dari 20 wilayah negara berasas agama. Dialah Muhammad” (Alphonse De Lamartine, Paris : 1854)
Hey, bahkan mereka yang bukan umatnya mengakui kehebatannya. Lantas kita? Tidak cukupkah Muhammad menjadi suri tauladan yang sempurna.

Minggu, 14 Juni 2015 | By: Putri Rizki Ardhina

LoveAffair.Inc



Konon, tersebutlah lima orang perempuan yang ditakdirkan bersatupadu, berkolaborasi untuk saling membantu. Mereka bukan Pendawa Lima, mereka adalah para ladies yang tergabung dalam
LOVE AFFAIR. Inc

LoveAffair.Inc berawal dari berkumpulnya kelima perempuan yang sering berdiskusi berbagai hal. Sampai akhirnya mereka berlima sering membahas hubungan asmara. Dengan kelebihan dan kemampuan masing-masing, kelimanya saling bantu untuk menyelesaikan problema cinta masing-masing personilnya. Menyadari kemampuan tim ini dalam mengurusi hubungan asmara, lantas mereka bersepakat untuk membentuk LoveAffair.Inc yang difungsikan selayaknya BIN Biro Hubungan Asmara *engg, abaikan*

Selanjutnya, bukan hanya masalah asmara para personilnya saja, namun tim juga menerima problem yang berbeda-beda dari orang-orang diluar tim. Semakin lama masing-masing personil mulai mengalami Skill Focusing yang menjadikan struktur LoveAffair.Inc menjadi lebih rapi dan terorganisir.
Sebelum mengenal LoveAffair.Inc lebih lanjut, perkenalkan...

Nama : Langit
Jabatan : Penentu Kebijakan
Keahlian khusus : Conflict Maker
Sudut Pandang : Kritis

Langit merupakan penentu kebijakan di dalam team. Konsumsinya yang banyak terhadap buku bacaan, ilmu sosial dan penelitian membuat Langit cukup makan asam garam mengenal pola interaksi manusia. Hal ini mendasari Langit menentukan kebijakan apa yang harus diambil untuk menyelesaikan problem asmara para klien. Langit memiliki kemampuan prediksi yang baik bahkan mendekati cenayang. Hanya saja ia menyebutnya sebagai cenayang ilmiah yang didasari atas analisis dan pikiran logis.
Minggu, 07 Juni 2015 | By: Putri Rizki Ardhina

Mural, Gebrakan Baru Populerkan Seni

Ade Radinal Siregar
 Diurnarii Publisher | Bagus Prakasa

Seni mural masih dapat dikatakan barang baru di kota Medan. Minimnya informasi tentang seni lukis di media dinding ini menjadi salah satu alasan kurang dikenalnya mural. Selain itu, keberadaan seni lukis serupa yang jauh lebih diketahui keberadaannya oleh masyarakat kota Medan, seperti graffity, juga menjadi faktor pendukung. Di Medan sendiri, hanya beberapa kalangan saja yang mengetahui keberadaan mural ini.

Ade Radinal Siregar, mahasiswa D-3 Metrologi FMIPA Universitas Sumatera Utara, tampil dengan membawa serta karya muralnya. Bermodalkan keberanian dan semangat, Ade memberikan ornamen indah dalam arsitektur dinding beberapa tempat. Hasil liukkan kuasnya memberikan warna tersendiri bagi keindahan eksterior dan interior ruangan. Mulai dari kafe hingga kamar tidur tak luput dari kreatifitas goresan tangan pria kelahiran 17 Juni ini. Hasil karyanya juga telah terpampang di beberapa tempat nongkrong yang cukup terkemuka di Medan.

Ade memulai perjalanannya sebagai pelukis mural sejak tahun 2011 secara otodidak. Keahliannya dalam melukis mural didapat ketika dia diajak turut serta temannya melukis dinding di suatu acara. Mengusung tema korupsi, Ade mengangkat kritik sosial sebagai bahan dalam melukis mural pertamanya. Sejak saat itu, pria berdarah Batak-Mandailing ini fokus untuk mengalirkan seni melalui dinding. Hingga sekarang, Ade telah menghasilkan beberapa karya yang layak untuk diperhitungkan.
Rabu, 03 Juni 2015 | By: Putri Rizki Ardhina

22 : It’s A Perfect Love!



It's A Perfect Love!

Alhamdulillah, segala puji dan kesyukuran kusampaikan pada Sang Pemilik Kehidupan, Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Sampai pada usia 22 tahun adalah berkah tersendiri yang harus disyukuri. Memang jatah hidup di dunia semakin berkurang, tetapi setiap detik waktu yang diberikanNya adalah tanda kasih sayangNya bahwa Dia masih ingin aku lebih baik, masih ingin aku bertaubat, masih ingin aku memahami kasih sayangNya, Dia sungguh masih ingin aku jadi hamba yang baik.
 
Sebelumnya, kita review dulu deh apa yang terjadi di tahun lalu >> Cinema 21 : Ulang Tahun Rasa Teater
 
Nah, tahun ini aku buat experience sendiri nih... Jadi dari seminggu yang lalu aku menonaktifkan semua media sosial. Tujuannya apa coba? Sebenarnya mau nge-test aja, tanpa ada notifikasi dari akun-akun itu kira-kira teman-temanku ingat ultahku nggak ya? Hahaha... And the result? *hmmmm*
Jauh dari bahaya beras palsu ama kosmetik palsu, gue sebenarnya lebih khawatir punya teman-teman palsu dan menimbun kebahagiaan palsu. Ngerasa seolah-olah punya banya teman, padahal mereka nggak selalu ada untuk jadi teman. Iya sih, mengingat tanggal ulang tahun bukan ukuran baiknya teman. Tapi tanggal lahir menjadi penting buatku. Karena tanggal apalagi yang orang-orang ingat selain tanggal lahir? Tanggal kematian? Itupun kalau mereka butuh untuk dicantumkan di sampul buku Yaasin atau mau ngukir di batu nisan. Selebihnya? Hehehe... Ya begitulah 'kegesrekan' si Putri dalam mencari makna *assik*

Kemarin, 2 Juni, saat sarapan pagi tiba-tiba mamak bilang, “Kita ke Sidebuk-debuk aja nanti sore ya...”. Dengan cepat aku menjawab, “Yaaa, Uti mau ngerjain skripsi, Mak...” *Ni anak ceritanya nggak mudeng mau ultah besoknya* “Mamak juga jumpa doping besok, harus nyelesaikan tesis juga,” jawab Mamak. Baiklah, princess menyerah...

Setelah beberes dan bebersih, sekitar pukul 6 sore kami berangkat ramai-ramai. Ayah, Mamak, Iyah dan dua adik yang tinggal di rumah, Nurul dan Mala. Sebelumnya Ayah udah belanja ayam dan bumbu ayam bakar. Terus Ayah juga bawa panggangan segede gaban buat bakar-bakar. Disini baru aku ngeh kalo ini buat ultah, hahaha... *dasar si Putri*
Rabu, 13 Mei 2015 | By: Putri Rizki Ardhina

Barbie Berjilbab, Potret Muslimah Kita

Muslimah.
Apa yang terbersit di pikiran kita saat mendengar kata ini?

Sejujurnya sebagai muslimah saya merasa miris dengan apa yang saya lihat saat ini. Adanya tulisan ini berangkat dari kekhawatiran saya tentang kondisi muslimah kita. Memang, saya hanyalah muslimah yang jauh dari kata sempurna, namun niatan saya berbagi berangkat dari perintah Allah :


“Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat” (Al-A’la : 9)


Mungkin sebagian besar kita sudah hafal betul hadits yang menyatakan bahwa Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah. Namun kenyataannya, hadits ini tidak benar-benar diecamkan oleh muslimah kita sehingga banyak muslimah yang terjebak dalam usaha ‘memahalkan diri’ dengan jalan yang lebih banyak mendatangkan kemudharatan ketimbang manfaatnya.



Malam ini saya melihat salah satu kontes pemilihan muslimah (yang katanya) berbakat di salah satu televisi swasta. Kabarnya, ada adik se-almamater saya yang mengikutinya. Namun alangkah terkejutnya saya saat mendapati kontestan lain yang juga saya kenal. Mata saya terbelalak! Saya ingat betul siapa dia. Astaghfirullah... (semoga saya dilindungi dari perkara ghibah) saya melihat seorang kontestan yang tadinya merupakan salah seorang teman Facebook. Saya tidak ingat bagaimana kami bisa berteman. Tapi akhirnya saya remove akunnya karena terlalu sering mengupload foto seksi. Selain terganggu, saya juga tidak ingin menambahi dosa karena ketidakmampuan saya mengingatkan ia menutup auratnya. Dan hari ini, saya lihat dia berdiri sebagai (yang katanya) muslimah berbakat! Saya coba husnudzhon, mungkin dia memang sudah berhijab. Jadi saya cek kembali akun FBnya. Alangkah terkejutnya saya bahwa ia baru saja selesai mengikuti kontes kecantikan sejenis yang mendadahkan auratnya! Dan itu bukan hanya satu kontes saja! Dia bukan tertarik pada dunia modelling, tapi benar-benar berangkat dari dunia model. Hati saya mendidih dibuatnya.


Kontes muslimah-muslimahan ini sudah menarik buat saya pada awalnya. Pasalnya, hampir seluruh kontestan memiliki latar belakang modelling, fashion dan sebarisan ranah entertaiment lainnya. Sempat ada rumor bahwa kontestan dari kontes ini adalah model-model biasa (yang kesehariannya tidak berjilbab) kemudian ‘dijilbabin’ saat mengikuti kontes ini. Dan kemunculan seseorang yang saya ceritakan di atas tadi mau tidak mau membenarkan rumor tersebut.


Fatin
Ada dua hal yang saya soroti dalam kasus ini. Pertama, ada upaya komodifikasi muslimah oleh media. Muslimah dijadikan ‘barang populer’ yang tak lagi ‘eksklusif’. Upaya ini sudah terbaca saat fenomena “Fatin X-Factor” mulai booming. Dari awal saya sudah yakin dia juara. Bukan karena kualitas bernyanyinya, namun karena dia berjilbab. Saya yakin betul dia akan dijadikan sebagai ikon pembuka muslimah penghibur. Sebelum Fatin, saya juga telah menyoroti girlband Sunni yang mengikuti salah satu ajang pencarian boyband/girlband di salah satu televisi swasta. Bagi saya, kemenangan Sunni memiliki upaya yang sama dengan kemenangan Fatin. Sayangnya, Sunni tidak bertahan di panggung hiburan karena langsung hilang dari permukaan. Fenomena Fatin membuka muslimah lain untuk mengikuti kontes pencarian bakat sejenis.
Minggu, 19 April 2015 | By: Putri Rizki Ardhina

Menjaga

Biarlah yang dijaga tetap terjaga.
Menyerahkan segala urusan kepada Tuhan.
Semoga tumbuh subur dalam hati buah keikhlasan.
Semoga tetap gembur hati yang dicurahi hidayah.
Proses menjaga memang tak mudah.
Tapi bagi segala sesuatu yang tidak mudah, Tuhan telah sediakan ganjaran melimpah ruah.
Semoga.

Sabtu, 18 April 2015 | By: Putri Rizki Ardhina

Lelaki Pemangsa Rupa dan Perempuan Penjaja Rupa


Dibaca dulu yaa...

Tulisan di atas merupakan tulisan seorang teman saya, sedikit banyaknya tulisan ini memberikan gambaran tentang banyaknya wanita yang berlomba-lomba mempercantik fisik saat ini. Bisa kita lihat betapa menjamurnya produk-produk kecantikan yang harganya selangit, alat kecantikan yang semakin variatif. Satu lagi, yang ingin cantik instan dengan modal ringan, aplikasi Camera360 dan B612. Hahaha... Kenapa saya tahu? Karena iklannya lalu lalang di mukabuku! :D

Nah, hal tersebut ternyata turut menyerang perempuan-perempuan berhijab. Lihat saja, berapa banyak perempuan yang mengupload foto selfie-nya lebih dari 5 kali sehari! Ngelebih-lebihin sholat wajib aja nih... Dan faktanya lagi, perempuan-perempuan itu BER-HI-JAB! Woww...

Populasi orang cantik makin banyak, variasi cantiknya pun beragam. Ada yang tampang bule, tampang oriental sampai tampang Arab. Tampang terigu? (itu Tepung Terigu -__-“)

Sayangnya, kecantikan fisik tadi tidak diikuti dengan kecantikan akhlak.

Nih, saya pernah mendapat cerita seorang ikhwan yang awalnya melihat akhwat yang disukanya sebagai sosok sempurna. Namanya aja udah suka, dialah serigala-galanya ehh... segala-galanya. Sampai suatu hari ‘borok’ si akhwat pun terbongkar, ternyata kecantikan rupa yang dimilikinya tidak sebanding dengan kecantikan akhlaknya. Pada akhirnya si ikhwan ngomong apa?

“Saya Illfeel, akhwat apaan tuh?”

Tuh, syukurnya belum sampai ke jenjang pernikahan. Kalau sudah menikah, inilah yang nantinya jadi penyesalan karena salah memilih pasangan. Ujung-ujungnya nyanyi deh...

“Aku tertipu, aku terjebak, aku terperangkap muslihatmu...” (Hello)

Banyak sekali kasus dimana para lelaki merasa tertipu dengan perempuan yang mereka pilih. Bagus di kulit, borok di isi.

Salah siapa?

Nah, mari kita lihat tulisan di atas.
Sebenarnya kondisi ini seperti dua sisi mata uang (atau semacam hukum ekonomi ya?)

Populasi Perempuan Penjaja Rupa tumbuh subur seiring tingginya permintaan dari Lelaki Pemangsa Rupa. Perempuan-perempuan yang tidak diterima hanya karena mereka tidak cukup cantik akhirnya membalas dendam dengan cara mempercantik diri. Bagus sih, tapi yang tidak bagus adalah jika akhlak lupa diikutsertakan dalam perbaikan.

Pasalnya begini, saya mengenal beberapa orang yang tadinya penampilannya biasa-biasa saja. Kemudian ketika dia berubah lebih cantik kok yoo malah lebih parah ya kelakuannya? Yang dulu gemuk sekarang langsing, pake baju ketat kurang ketat, pendek kurang pendek biar nampak bodinya yang kini sudah aduhai. Yang dulu kulitnya gelap sekarang terang, uwaduh! selfie sekian puluh kali sehari dan di-share di berbagai media sosial. Yang paling parah, ada yang dulunya berhijab dan sekarang membuka hijabnya hanya karena sedikit lebih cantik dari sebelumnya. Plak! Weleh, weleh...

Populasi Lelaki Pemangsa Rupa tidak lantas kita lupakan. Semakin banyaknya pilihan wanita cantik dengan berbagai fitur tadi, berlomba-lombalah para lelaki mengejar yang cantik. Namanya juga banyak pilihan... Tapi kecantikan itu kan tidak ada ukurannya. Akan selalu ada yang lebih cantik dan lebih cantik lagi, akan selalu ada yang lebih seksi dan lebih seksi lagi, lalu si laki-laki tidak akan berhenti menjadi pemangsa rupa sampai ladang gandum ketumpahan coklat dan jadilah Coco Crunch!

Ehm, oke baik. Kita lanjutkan...

Nah, berangkat dari kegelisahan melihat fenomena ini, saya pengen berbagi ilmu, pengalaman, inspirasi dan sharing bersama saudara-saudari di :



1000Foundation and Hijabers USU present
“SHARE AND BEAUTY”
Sabtu, 25 April 2015
Start from 13.00 WIB
Aula Fakultas Kedokteran USU
Performance by DOSN Band, KBSM, anak-anak Sekolah Nelayan, Tutorial Hijab Syar’i by Hijabers USU
Ticket presale : 30k
Ticket OTS : 40k
Include Goodie Bag WARDAH, snack dan sertifikat
5k dari ticket akan disedekahkan lewat 1000Foundation untuk pendidikan.
More info :
Debby : LINE : debbykaa
Upen : 758D9351

Saya tidak sendirian, akan ada Ustadz Asep Fakhri (Inspirator Perubahan, IDEAKU Inspirator Center, personal development trainer) yang akan berbagi inspirasi tentang SEDEKAH.
Oia, acara ini terbuka untuk muslimin dan muslimat loh...

Biar kamu para muslimah nggak terjebak jadi Penjaja Rupa, dan nggak lebih sibuk urusan mempercantik diri ketimbang akhlak, kamu harus hadir di acara ini.

Biar kamu para muslimin juga nggak tertipu dengan tampilan saja, nih, baiknya kamu hadir ke acara ini untuk tahu langsung. Biar kamu-kamu juga nggak jadi 'korban' dari 'kerakusan' memangsa rupa.

Oke, see you ikhwah fillah... ^^