Hai gadis, bangunlah... Halo... Terdengar suara lembut yang mengajakku bangkit dari alam mimpi k...

Hai gadis, bangunlah... Halo...

Terdengar suara lembut yang mengajakku bangkit dari alam mimpi ke alam sadarku. Kuusap wajah lalu mengucek mata, perlahan suara tadi menjelma menjadi sesosok perempuan cantik dengan paras yang lembut dan... bersayap!
"Kamu siapa?!" aku terkejut.

"Tenanglah, aku ini peri Laz. Aku ingin membawamu ke negeriku, sebagai balasan karena hari ini kamu sudah menjadi gadis yang baik"

Aku bingung, apakah ini nyata atau mimpi yang terasa nyata? "Atas kebaikan apa?" tanyaku masih keheranan.

"Nanti aku beritahu. Sekarang ikutlah bersamaku ke LAZADA Land"

Aku masih bingung, tetapi dengan segera tangan Peri Laz menggenggam tanganku. Dalam sekejap tubuhku mendadak ringan seperti bulu lalu tiba-tiba saja kami sudah mengarungi lautan langit malam yang berbintang. Tak berapa lama, aku merasa menembus dimensi yang berbeda. Aku memicingkan mata menahan silau dan angin yang kencang, sementara Peri Laz tetap memegangi dan menuntunku.
Tak berapa lama cahaya menyilaukan dan angin kencang tadi mereda. Perlahan kubuka mata dan...

"Wow!! Dunia apa ini?!" teriakku histeris. Tampak di dalamnya berbagai barang dengan desain yang menarik serta variasi yang begitu banyak. Ada item fashion terkini, gadget keren dan canggih, aksesoris lucu, perabot rumah tangga, alat otomotif, bahkan hingga buku-buku favorit yang suka kubaca!!! Ahhh, dunia keren apa ini???

"Ini Lazada Land, tempat tinggalku bersama peri-peri lainnya. Kami suka berbagi, menawarkan harga yang murah untuk produk-produk berkualitas dari negeri kami. Tak hanya itu, peri kurir dari negeri ini pun melayani pengiriman barang dengan profesional. Inilah Lazada Land, tempat tersedianya segala perlengkapan dengan harga pas dan barang berkualitas!!!" Peri Laz menjelaskan dengan penuh antusias.

"Keren..." mataku masih saja membelalak takjub.

"Nah, karena kau telah menjadi gadis yang baik, Lazada Land memberikan kamu kesempatan untuk memilih 5 barang yang ingin kamu beli dari Lazada" jelas Peri Laz.

Aku memanyunkan bibir, berusaha berpikir bagaimana menemukan barang favoritku di tempat yang begitu banyak pilihan seperti disini.

"Tenanglah, tidak sulit mencari barang di Lazada Land, semuanya sudah sangat teratur. Mari kubawa kau berkeliling sambil pikirkanlah 5 barang yang ingin kau beli dari Lazada Land"

5 BARANG YANG INGIN DIBELI DARI LAZADA

Peri Laz membawaku ke area gadget, disini segala jenis gadget disusun rapi dalam display-display yang elegan. Lama aku mengitari sampai akhirnya kutunjuk suatu benda
"Aku ingin itu" kataku sambil menunjuk laptop HP Pavilion X2 yang berwarna putih.

HP Pavilion X2 di Lazada
Klik gambar untuk melihat detail HP Pavilion X2 di Lazada

Ahh, ini tentu akan sangat membantuku untuk bekerja. Untuk menulis, aku membutuhkan gadget dengan kualitas prima. Selain itu aku juga sedang belajar menggunakan beberapa aplikasi desain, laptop ini pasti akan sangat membantu.
Oh ya, desainnya juga unik. Layar dan keyboardnya bisa dipisah, tak ubah seperti sebuah Tab jika sedang dilepas. Layar touchscreennya juga memudahkanku, sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini.

Setelah memilih laptop untukku, aku bingung memilih barang apalagi. Aha! Aku ingat! Keluargaku di rumah pasti senang kalau ikut mendapatkan hadiah dari Lazada Land ini.

"Peri, dimana pakaian pria? Aku ingin membelikan sesuatu untuk ayahku" kataku bersemangat.

Peri Laz membawaku ke area Fashion Pria. Kali ini aku dihadapkan pada fashion item pria yang sesuai dengan mode terkini.
"Aku mau itu!" tunjukku ke arah Bafash Jaket Men Sportwear Windcheater berwarna Hitam.


http://www.lazada.co.id/bafash-jaket-men-sportwear-windcheater-black-1136686.html
Klik gambar untuk melihat detail Bafash Jaket Men Sportwear di Lazada
Ayah terkadang harus keluar di malam hari untuk urusan pekerjaannya. Aku khawatir angin malam bisa mengganggu kesehatannya. Jaket ini bisa memberi kehangatan, juga dapat menahan angin sehingga pemakainya tidak kedinginan atau terserang angin. Karena suka berolahraga, jaket inipun menjadi semakin tepat untuk Ayah.

"Setelah ini bisakah kita menuju fashion wanita? Aku juga ingin memberi kepada ibuku" kataku pada Peri Laz. Ia mengangguk, lalu membawaku ke area fashion wanita.
Mataku tiba-tiba tertuju pada sepasang tas dan dompet Viyar Paket Lavender Dan Lula berwarna mocca.

http://www.lazada.co.id/viyar-paket-lavender-dan-lula-mocca-1340814.html
Klik gambar untuk melihat detail Viyar Paket Lavender dan Lula - Mocca di Lazada
Warna yang netral, pas sekali untuk ibuku yang memang menyukai tas. Selain itu, muatan tas yang besar selalu disukai ibu karena sering membawa banyak barang dalam tasnya. Apalagi ada dompetnya, jaid ibu tak perlu lagi mencari-cari dompet baru, ini sudah sepaket lengkap.

Kami lalu meneruskan perjalanan, aku ingin menemukan sesuatu yang unik untuk adikku. Ya, aku ingat! Dia sangat suka doraemon.
"Peri, bagaimana cara menemukan barang yang bertema doraemon? Adakah area khususnya seperti barang-barang sebelumnya?"

"Mudah sekali, masuklah ke dalam kotak bergambar lup itu dan tuliskan apa yang ingin kau cari"
Benar saja, tak lama setelah kutulis keyword 'Doraemon' di hadapanku muncul jendela display dengan barang bertema tokoh kucing masa depan itu.

"Yang ini saja, aku mau membelikan JuzzShop Bantal Selimut Mini Doraemon ini untuk adikku. Keren sekali, produk ini bisa jadi bantal juga bisa jadi selimut. Tebal dan lembut pula, gambarnya juga lucu. Adikku pasti suka"

http://www.lazada.co.id/juzzshop-bantal-selimut-mini-doraemon-023-446749.html
Klik gambar untuk melihat detail JuzzShop Bantal Selimut Mini Doraemon di Lazada

"Sekarang tersisa 1 permintaan lagi, kali ini untuk siapa akan kau pilihkan?"
"Hemmm..." aku berpikir sejenak. Ada! tentu ada! Satu lagi, untuk teman terbaikku. Tak sengaja mataku menangkap Mug Lensa 24 -70mm Black yang sempat mengecohku, kukira benar-benar lensa kamera.

http://www.lazada.co.id/mug-lensa-24-70mm-black-2868781.html
Klik gambar untuk melihat detail Mug Lensa 27-70 mm Black di Lazada
Unik sekali, aku suka yang unik! Temanku pasti senang menerimanya, nanti jika bertemu akan kuberikan padanya.

"Permintaanmu habis..." kata Peri Laz. Aku mengangguk sambil tersenyum. Aku tahu permintaanku sudah habis, ini saja sudah cukup membuatku puas.

"Tapi aku punya satu permintaan lagi. Peri, beritahu aku kenapa kau membawaku ke Lazada Land? Kebaikan apa yang kulakukan sehingga kau memberi kesempatan memilih 5 barang dari Lazada Land ini?"

"Karena kau sudah berbagi... Hari ini engkau berbagi sedikit rezeki yang engkau punya, kau membeli bahagia dengan berbagi. Sama seperti Lazada Land, kami disini suka berbagi kebahagiaan dengan promo, diskon dan penawaran menarik untuk pelanggan-pelanggan kami"

"Benarkah?" mataku berbinar-binar, berjanji esok hari akan lebih sering berbagi lagi. Bukan karena ingin mengunjungi negeri keren ini sekali lagi, tetapi karena ternyata kebahagiaan bisa diraih dengan berbagi.

"Terima Kasih, Peri Laz... Terima kasih Lazada Land yang keren..."

***



Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X Lazada Indonesia. Yang diselenggarakan oleh ShopCouponsVoucher Lazada disponsori oleh Lazada Indonesia.

Assalamu'alaikum sayang. Hai, Nak... Bagaimana kabarmu? "Waalaikumsalam. Hai Bu, aku b...


Assalamu'alaikum sayang. Hai, Nak... Bagaimana kabarmu?

"Waalaikumsalam. Hai Bu, aku baik sekali. Tetapi aku rindu ibu. Apakah kita bisa bertemu?"

Belum, sayang... Kita belum bisa bertemu...

"Kenapa kita belum bisa bertemu, bu?"

Ibu belum menemukan ayahmu. Tanpa ayahmu, tentu kita belum bisa bertemu.

"Aku sudah tak sabar ingin melihat dua malaikatku. Sulitkah menemukan seorang ayah, bu? Bagaimana sosoknya ayah itu?"

Tidak sulit nak, yang pasti ia harus seorang lelaki. Tetapi di dunia ini sekarang, menemukan lelaki yang dapat menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya juga tidak gampang.

"Kenapa, bu?"

Banyak yang lelaki secara fisik, tetapi tidak lelaki secara mental, sikap dan kepribadian.

"Benarkah, bu? Lalu seperti apa ayah yang baik itu? Apakah harus seseorang yang kaya raya?"

Harta itu semu, Nak. Kita seperti memilikinya tapi sesungguhnya tidak kita miliki. Walau surat tanah, surat kendaraan, surat rumah, surat dagang, semuanya berbunyi "Kepemilikan atas nama" tetapi sesungguhnya itu hanyalah "Pinjaman atas nama".

Allah hanya meminjamkannya. Lelaki yang kaya raya belum tentu menjadi ayah yang baik untukmu. Jika hartanya hanya dibanggakan, dihabiskan untuk foya-foya, hidup bermewah-mewahan dan berlebih-lebihan, Ibu khawatir harta itu akan merusakmu. Jika ayahmu lelaki yang menganggap harta adalah segalanya, maka ia akan memanjakanmu dengan kebahagiaan semu dunia. Ia berpikir bahwa tugasnya hanya mencari nafkah, memberi makan, membelikan baju, membiayai sekolah. Padahal sesungguhnya seorang ayah harus menjadi kepala sekolah, menyusun kurikulum pendidikan bagi anaknya.

Ibu tak ingin kita mendewakan harta, sehingga berlelah-lelah bekerja hanya untuk menumpuk kekayaan. Menyedihkan jika kita hanya menjadi budak harta nak... Menyedihkan sekali...
Budak harta bisa dibeli idealismenya, bisa digadai imannya, bisa diperalat ilmunya. Tidak, Nak...

Jikapun ayahmu seorang yang berharta, ibu ingin ia mengajarkan kita bahwa segala sesuatunya adalah titipan, tak ada yang benar-benar kita miliki.
Ayahmu haruslah seorang yang akan mengajarkan berderma, bersimpati terhadap orang lain, mengajarkan kearifan dan kelembutan hati lewat keringanan tangan untuk bersedekah. Ayahmu akan mengajarkan bahwa kekayaan datang dari Allah dan hanya akan menjadi berkah jika dihabiskan di jalan Allah. Kau tidak akan dimanjakan oleh fasilitas mewah berlimpah ruah, melainkan kau akan diajarkan berusaha dalam hidup. Sehingga kau akan mengerti, masalah bukan diselesaikan dengan uang, tetapi dengan sabar dan sholat, dengan kearifan berpikir yang diiringi keridhoan atas ketetapan Allah.

Tahukah, Nak...
Orang beriman hanya akan mengambil apa yang cukup untuk dunianya.
Ingat, nak.. Yang CUKUP.
Sebab Allah tidak pernah menciptakan kemiskinan, Allah hanya menciptakan kecukupan dan kekayaan. Jika tidak kaya, maka berarti kita cukup. Jika lebih dari cukup, berarti Allah mengkayakan kita.

Soal harta jangan takut nak, Kita tak perlu khawatir dengan kefakiran sebab kita adalah hamba dari Allah Al-Ghaniy, Yang Maha Kaya.
Semutpun hidup, makan dan berkeluarga. Semut tak takut menjalani hidup walau ia ringkih jika tersenggol tangan manusia atau terpijak manusia.
Cicakpun sama, ditakdirkan baginya makanan berupa serangga terbang, sementara cicak tak bersayap, hanya mampu merayap. Tetapi cicak hidup, nak...Tidak punah... Itulah bukti bahwa segala sesuatu di atas bumi ini sudah diatur rezekinya, ada kadar yang sudah Allah takar.
Harta itu,
Jika tiada, ia bisa dicari
Jika ada, yakini ia bisa habis

"Oh, begitu... Baiklah, berarti bukan harta yang utama ya, Bu? Kalau begitu, apakah Ayah harus seseorang yang tampan dan memiliki fisik bagus? Yang kudengar, banyak orang menikah dengan pemilik fisik yang indah untuk memperbaiki keturunan, bukankah menyenangkan jika ayah seorang yang tampan?"

Nak, apakah rupa yang tampan sesuatu yang bisa kita minta sebelum lahir?
Laqod khalaqna-l-insaana fi ahsani taqwiim, Sesungguhnya Allah telah menciptakan kita dalam sebaik-baik bentuk. Kita dan raga kita sudah berjodoh sejak pertama kali diciptakan, nak...

Rupa yang tampan bukanlah yang utama. Apakah engkau senang jika ayahmu tampan namun mempunyai sikap dan perangai yang buruk? Naudzubillah... Jika ayahmu tampan, namun gagal mendidikmu, malah suka bertindak buruk terhadapmu, percayalah nak, wajah tampannya tak akan menolong apa-apa. Jika kau tak suka pada ayahmu, maka wajah tampannya akan menjadi bagian yang paling tidak ingin kau lihat. 

Sekali lagi, paras rupa tidak mampu menolong apa-apa, Nak...

Nabi Yusuf yang tampan dan mempesona itu diangkat menjadi nabi bukan karena ketampanannya, melainkan ketaqwaannya. Justru ketampanannya telah menjadi ujian baginya, sayang...

Kau tahu Nak? Di dunia ini kini ketampanan bukan lagi barang langka. Operasi plastik, mengubah rupa yang telah diciptakan Allah, bukan lagi hal yang sulit. Semua orang berlomba-lomba menjadi tampan dan cantik.
Yang langka di dunia saat ini adalah keimanan, keilmuan dan hamba yang bertaqwa.
Menemukan ketiganya sulit sekali. Sebab iman itu disembunyikan, ilmu itu sudah mulai diangkat ke langit dan taqwa itu juga disembunyikan.

Jadi, Nak, tak perlulah seorang yang super tampan rupanya untuk menjadi Ayahmu. Bagi ibu, menemukan seorang Ayah yang baik agamanya, baik akhlaknya, baik sikapnya kepada Allah dan kepada manusia, sudah cukup untuk menjadi ayah yang baik bagimu.

"Baiklah, Bu... Lalu, apakah ayahku harus seseorang yang terpandang karena nasab atau jabatannya?"

Terpandang di mata manusia, tapi tidak dipandang Allah, itu menyakitkan nak...
Mencari penilaian manusia adalah pekerjaan yang melelahkan. Dunia ini bagai bayang-bayang. Kita bisa melihatnya tapi selamanya tak akan pernah bisa menggenggamnya. Jika kita ikuti bayangan itu, sampai kapanpun kita tak akan pernah menyentuhnya. Tetapi jika kita berbalik dan meninggalkannya, maka bayangan itu akan mengikuti kita.

Beda halnya jika kita terpandang di hadapan Allah. Tak apa jika tak terkenal di antara penduduk bumi, asal kita terkenal di antara penduduk langit. 

Nama kita kerap dibicarakan para malaikat
Surga memanggil kita merindu untuk dimasuki
Sementara neraka meminta agar kita tak menyentuhnya.

Jabatan pun semu, nak...
Status kita yang paling pasti adalah hamba Allah, sedang jabatan utama kita adalah Khalifatu fil-ardhi, Khalifah di muka bumi.
Cukuplah ayahmu seorang yang memahami statusnya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi, maka engkau akan dididiknya sebagai hamba Allah yang berkemampuan menjadi khalifah di muka bumi.

"Jika bukan harta, rupa dan status, lalu sebaiknya Ayah itu orang yang seperti apa, Bu?"

Semoga ayahmu adalah seorang lelaki yang selalu menautkan hatinya kepada Allah, mencontoh teladan sempurna Rasulullah, dan patuh melaksanakan nasihat Al-Qur'an dan Sunnah.
Tahukah, Nak... Sahabat Nabi pernah berpesan,
"Nikahkanlah anak perempuanmu dengan lelaki beriman. Jika ia cinta maka ia akan memuliakan, jika tidak cinta maka ia tidak akan menyakiti"
Lelaki sholih, lelaki yang pantas menjadi Ayah, seperti itu Nak... Yang memahami titah Allah dan pesan Rasulullah. Bersama seorang pria beriman dan bertaqwa, Ibu bisa mempercayakanmu untuk dibinanya. Diajaknya mengenal Allah, ditanamkannya cinta kepada agama. Seperti Luqmanul Hakim, seorang biasa yang tercantum namanya dalam Al-Qur'an karena kearifannya mendidik anak. TAUHID, pelajaran pertama bagi anaknya. Bukan calistung (baca, tulis, hitung) atau bahasa asing.

"Sebentar, Bu... 'Tidak cinta?' Apa bisa seorang Ayah dan seorang Ibu saling membersamai tanpa cinta?"

Tentu bisa, sayang... Syarat sah menikah itu bukan cinta, tetapi seorang mempelai pria, seorang mempelai wanita, wali, saksi, mahar dan ijab qabulnya.

Menikah tanpa cinta tidak masalah 
yang berbahaya justru jika menikah tanpa visi misi.

Ibu tidak akan mengorbankan masa depanmu demi perasaan cinta ibu. Lebih baik Ibu mengorbankan perasaan Ibu ketimbang mempertaruhkan masa depanmu.

"Bu, jangan seperti itu... Aku sedih..."

Dengarlah, Nak... Cinta itu punya masa kadaluarsa, dalam hitungan beberapa tahun ia akan mulai memudar lalu habis tak bersisa. Tapi jika kita mencintai karena Allah, mendahulukan cinta kepadaNya, maka cinta itu kekal. Sebab landasannya kepada Allah, Dzat yang tidak pernah habis.

Nak, cintaku mungkin hanya akan bertahan beberapa masa, tetapi masa depanmu masih panjang, berkali-kali lipat dari masa aktif rasa cintaku.
Nak, setelah masa cinta itu selesai, yang tersisa pada Ibu dan Ayahmu selanjutnya adalah rasa sayang dan komitmen.
Komitmen kepada Allah, kepada keluarga, kepada pasangan dan kepada diri sendiri. Bahwa ijab kabul yang diucapkan saat akad nikah ianya bernama MITSAQON GHOLIZA (Janji yang erat) setara dengan janji para Nabi kepada Allah saat diangkat, setara dengan janji sang bayi dalam rahim saat ruhnya ditiupkan.

Kau tak perlu bersedih, sayang... Ibu memperjuangkanmu jauh sebelum kita bertemu bahkan jauh sebelum aku tahu seperti apa engkau kelak. Kau berhak atas ibu yang baik, maka aku bersiap memperbaiki diri untukmu. Kau berhak atas Ayah yang baik, maka aku mencarikan ayah untukmu. Kau berhak punya masa depan yang baik, maka aku dan ayahmu akan bekerjasama untuk itu. Aku hanya tak ingin durhaka sebelum engkau durhaka padaku. Aku takut durhaka padamu jika salah memilihkan ayah untukmu.

"Bu, adakah ayah akan seperti itu?"

Ada, Nak... Percayalah. Sebab takwa itu tersembunyi, tentu hamba-hamba Allah yang bertakwa pun tersembunyi. Kita hanya perlu meyakini bahwa Allah itu baik, Maha Baik. Tidak ada ketentuan Allah yang buruk, kecuali kita yang berprasangka buruk terhadap ketentuannya.
Kita hanya harus percaya bahwa saat kita memperbaiki diri, jodoh kita pun akan ikut diperbaiki Allah. Entah siapa yang tengah berjuang lebih dahulu antara aku atau ayahmu. Entah dia yang terlebih dahulu memperbaiki diri sehingga aku ikut diperbaiki Allah, atau aku yang duluan memperbaiki diri lalu dia ikut diperbaiki Allah?

Dalam setiap sujudku dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa, terus kupintakan kepada Allah

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Robbi hab lii mina-s-shoolihin
Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh (QS. Ash Shaffaat: 100)
Seperti Nabi Ibrahim 'Alaihissalam yang terus memanjatkan doa ini seraya memohon anak yang shalih. Tetapi Allah memberi lebih, kelak dari garis keturunan Ibrahim-lah terlahir Sang Penyeru Alam, Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam.
Akupun sama, memohon agar keturunan kita senantiasa terjaga, dimasukkan dalam golongan orang-orang sholeh. Kelak, jika keturunanku lebih shalih, maka ialah yang akan menyelamatkan generasi sebelum-sebelumnya. Jika imannya lebih baik, maka ia bisa menyelamatkanku.

Kuiring selanjutnya dengan doa yang tak jauh berbeda,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’
Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa (QS. Ali Imron: 38)
Seperti Nabi Zakariyya yang memintakan keturunan yang baik sehingga dihadiahkan Yahya AS baginya di masa tuanya. Pun Zakariyya yang mengasuh seorang wanita mulia, Maryam yang terjaga kesuciannya.

Apapun itu, kita hanya harus terus berjuang, Nak...
Ibu disini diiring doamu disana, semoga kita semua bisa bertemu pada waktu yang tepat, utamanya dalam taat.
Assalamu'alaikum sayang...

"Waalaikumsalam, Bu..."

"Aduh, kuota habis lagi..." "Iya nih, tiba-tiba pulsa yang baru saya isi kemarin sud...

"Aduh, kuota habis lagi..."
"Iya nih, tiba-tiba pulsa yang baru saya isi kemarin sudah nol saja"
"Gadget saya rusak, nggak tahu diapain sama si kecil"
 -------
Keluhan-keluhan seperti di atas sering dilontarkan para orangtua. Menjadi orangtua di era digital berarti juga harus siap memiliki anak generasi digital. Tidak jarang kita temukan balita yang sudah mahir mengoperasikan gawai. Jika saat kecil dulu kita sudah cukup takjub dengan kehadiran handphone, hari ini kita dibuat lebih takjub lagi dengan anak-anak yang mampu membuka password gawai ayah atau ibunya padahal belum bisa membaca. Bahkan mengunduh aplikasi dan menjalankannya bukan lagi hal sulit bagi balita zaman sekarang.

Situs 'berbahaya' serta konten tidak ramah anak juga seringkali muncul, hal ini dapat membahayakan bagi anak terutama pada masa Golden Age-nya. Orangtua seringkali luput pengawasan sehingga anak menjadi 'korban konten' dari gadget ayah bundanya. Fitur pengawasan pun tak cukup banyak membantu, lagi-lagi karena kecerdasan anak era digital melebihi orangtua era konvensional.

Pada umumnya produsen smartphone tidak terlalu memperhatikan hal ini, fitur canggih untuk kalangan dewasa dan profesional sepertinya masih menjadi jualan utama. Tetapi salah satu produsen smartphone terkenal, ACER ingin memberikan kenyamanan dan keamanan penggunaan gadget bagi orangtua dan anak, sehingga saat anak menggunakan gadget, Anak Senang, Orangtua Tenang.

ACER Liquid Z320 yang merupakan seri terbaru dari keluarga Liquid Z meluncurkan sebuah fitur canggih ramah anak yang bernama

KIDS CENTER

Untuk memenuhi keingintahuan anak-anak terhadap ponsel, Acer telah membenamkan fitur aplikasi Kids Center, yakni panduan multimedia untuk anak-anak mulai dari belajar, musik, video, kartun, dan akses web yang sesuai dengan umurnya. Dengan begitu orang tua bisa merasa lebih tenang ketika anak memainkan ponsel.


Mari kita intip sedikit fitur Kids Center dalam Acer Liquid Z320 ini...




Kids Center merupakan fitur pre-install di dalam smartphone Acer Liquid Z320 sehingga orangtua tidak perlu men-downloadnya lagi. Fitur ini juga dapat membatasi aplikasi yang digunakan oleh anak. Kids Center juga dilengkapi parental control sehingga bisa memantau akses internet anak sekaligus mengatur keamanan sehingga anak tidak bisa mendownload atau membeli sesuatu tanpa seizin spAcer.


Tersedia berbagai aplikasi seperti video, games, websites, paintbox, camera, mypicture, wallpaper, dan aplikasi lainnya yang dapat di-download sendiri seperti piano untuk anak yang suka musik.

Video ramah anak mulai dari kartun kesukaannya, dongeng (fairytales atau bedtime stories) hingga informasi menarik yang aman bagi anak.

Orangtua juga bisa mengatur website yang boleh dikunjungi anaknya saat menggunakan gadget, seperti National Geographic yang sarat ilmu pengetahuan

Menggambar dan mewarnai lebih seru dengan ragam pilihan gambar yang disediakan oleh Kids Center. Cara menggunakannya sangat gampang, anak pasti senang.

Tenang saja, semua fitur tadi akan tetap aman. Anak tidak bisa keluar dari fitur jika orangtua mengaktifkan sistem keamanannya.

Kehadiran Acer Liquid Z320 ini menjadi bukti bahwa Acer selalu total dalam menyediakan produk gadget berkualitas.

Tidak hanya ramah anak, ACER Liquid Z320 juga memuaskan orangtua dengan fitur canggihnya seperti berikut :

  • Layar 4.5 inci
  • Dual SIM
  • OS Android Lollipop
  • Chip Snapdragon 210
  • CPU Quad-core 1.1 GHz
  • RAM 1 GB
  • Dilengkapi dengan slot external memory
  • Memori internal 8 GB
  • Kamera depan 2 MP
  • Baterai kapasitas 2.000 mAh

Acer Liquid Z320 memiliki teknologi Blue Light Shield, sebuah aplikasi yang membuat pengguna dapat mengontrol banyaknya cahaya biru yang muncul pada layar ponsel. Dengan menurunnya kadar cahaya biru, maka akan mengurangi efek negatif dari paparan cahaya di layar, sehingga mata bisa menjadi lebih nyaman di depan layar meski berlama-lama sekali pun.

Itulah kecanggihan dari smartphone terbaru ACER Liquid z320.
Bagaimana soal harga?
Jangan khawatir, semua fitur canggih dan aman tersebut dapat anda miliki dengan harga 1.099.000 rupiah saja!
Wow! Dengan ACER Liquid z320, ANAK SENANG, IBU TENANG...

Ini adalah sebuah pengalaman pribadi saya di penghujung tahun 2015, waktu itu... &q...

Ini adalah sebuah pengalaman pribadi saya di penghujung tahun 2015, waktu itu...

"Setelah menunaikan sholat Zuhur, saya kembali ke tempat tadi, sebuah tempat yang cukup nyaman untuk menulis. Meja saya sudah ditempati orang lain, jadi saya menunggu saja di kursi baca.

Saya memperhatikan segerombolan anak kecil yang berjumlah sekitar 4 orang, bolak-balik saling melirik layar komputer temannya. Melihat gerak-geriknya, saya jadi penasaran. Lantas saya berjalan ke belakang kursi salah satu dari mereka.

Alangkah terkejutnya saya saat mendapati laman yang sedang dibuka anak berbaju putih berpostur kurus ini! Ia membuka sebuah laman profil facebook milik wanita dewasa lantas asyik scrolling foto-foto perempuan tersebut. Lalu rekannya datang, mereka memilih similar friend yang ada di profil tersebut.

"Coba buka ini, cantik..." Begitu kata temannya menunjuk salah satu profil perempuan.

Astaghfirullah! Panas dada saya dibuatnya!
Temannya yang lain pun sama, saya lantas mengintai dari balik rak buku dan mendapati anak tersebut sedang membuka Youtube. Tapi gelagatnya aneh, setiap kali ada yang datang dan membuka pintu, refleks dia menoleh persis seperti orang ketakutan, ya, takut ketahuan. Cukup bagi saya untuk memahami bahasa tubuhnya.

Satu lagi yang sangat menyedihkan, Anda kira kejadian ini terjadi dimana? Di Warnet kah?
Salah. Saya sedang di Perpustakaan Umum! Tempat yang seharusnya digunakan untuk belajar dan menambah ilmu. Bayangkan! Jika di tempat umum saja mereka berani mengakses seperti ini, apalagi di tempat tertutup? sepi? tidak ada orang? Saya ngeri membayangkan apa yang berani mereka akses lebih dari ini. Ayah bunda, para guru, apa yang anak anda lakukan di facebook?
_______

Begitulah.
Itu hanya satu dari sekian banyak fenomena yang terjadi akibat kehadiran media sosial. Tak jarang, pemilik akun medsos ini bukan orang dewasa, melainkan anak-anak yang menipu usianya sehingga bisa membuat akun facebook. Selain itu, tak jarang pula kita menemukan balita yang mahir mengotak-atik gadget, bahkan beberapa sudah mampu mengoperasikannya. Aneh juga rasanya melihat anak kecil yang belum bisa membaca tapi tahu menggunakannya.
Hal ini tidak selalu berbuah baik, kadangkala malah menimbulkan masalah baru seperti kecanduan games hingga yang paling parah candu pornografi.
Beberapa penyakit kejiwaan baru pun bermunculan, mulai dari yang tidak mampu lepas dari gadget, gila selfie hingga ratusan foto per hari sampai tindak asusila yang bermula dari media sosial.
 
Generasi Milenia.
Generasi yang kini kita lihat begitu cerdas terutama lekas akrab saat bersentuhan dengan teknologi. Seperti yang telah diketahui, teknologi bagai dua sisi mata pisau. Manfaatnya banyak, mudharatnya juga sama.

Generasi manakah yang ingin kita bentuk?


Bayangkan saja, di zaman ini keterbukaan informasi berbanding sama dengan kebocoran informasi.
Mengapa saya sebut demikian?
Akses tanpa batas di dunia digital memang akan memudahkan kita untuk cepat memperoleh informasi, tapi juga menjadi tantangan

Ya.
TANTANGAN!

Tantangan bagi segenap orangtua untuk menjaga anaknya. Bagaimanapun, anak adalah amanah. Pertanggungjawabannya tentu kepada Allah. Mengenalkan anak kepada Tuhannya, mengajarkan anak untuk mencintai agamanya, bukankah itu merupakan tanggung jawab orangtua?

Pada dasarnya tidak sulit membangun keluarga Qur'ani di tengah gerusan era globalisasi seperti ini. Jika saja setiap orangtua memiliki kemampuan menjalankan peran sebagai orangtua, jika saja setiap orangtua memahami betapa keluarga Qurani adalah solusi di zaman ini, jika saja setiap orangtua terus belajar memperbaiki diri...

Bukan. Bukan "JIKA SAJA".
Itu artinya kita hanya berandai-andai. Mari bergerak bersama.

Ayah, Bunda, dan para calon orangtua, renungkanlah sejenak

Pertama,
"APA YANG BISA MENJAMIN KEAMANAN ANAK ANDA KALAU BUKAN PAGAR IMAN DAN AGAMA?"

Di zaman yang semakin edan ini, kita nyaris tidak punya pegangan selain iman. Asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, babysitter, bodyguard, semua itu belum tentu bisa menjamin keamanan anak anda.
Apakah mata anda mampu melihat semua kegiatannya?
Apakah telinga anda sampai mendengar pembicaraannya?
Apakah tangan anda selalu bisa menggenggamnya?

Jawabannya hanya satu, Titipkan pada Allah.
Kembali lagi, ini perkara iman kan?
Ini perkara mengajarkan agama kan?

Kedua,
"APA YANG BISA MENYELAMATKAN ANDA DARI SIKSA KUBUR KALAU BUKAN DOA SEORANG ANAK YANG SHALIH?"
Ketika ajal menjemput, nafas terhenti, amalan diputus, adakah anda mampu menolong diri anda sendiri?
Satu dari tiga penolong itu adalah doa anak yang shalih.
Jika anda tidak berhasil mengenalkan anak kepada Tuhannya, jika anda tidak bisa membuat anak anda mencintai agamanya dan memiliki kebanggan terhadap agamanya, bagaimana ia bisa tahu cara mendoakan anda?

Mengapa Kita Perlu Membangun Keluarga Qurani?

 "
ALLAH adalah kekuatan
RASULULLAH adalah teladan
QURAN dan HADITS adalah panduan
"
Generasi yang mencintai ALLAH,
akan menjadikan Allah sebagai pegangan utama. Menumbuhkan khauf (rasa takut) dan rojaa' (pengharapan) secara bersamaan. Ia takut, karena meyakini semua tindak-tanduknya disaksikan Allah. Ia akan takut berbuat jahat, ia takut berbuat maksiat. Tetapi di saat yang sama, dalam hatinya ia penuh harap kepada Allah, menggantungkan serta menyerahkan segala urusan kepada Allah.

Generasi yang mencintai RASULULLAH,
tidak akan linglung mencari pedoman, tidak akan kesulitan menemukan role model. Ia tidak perlu mengikuti artis idolanya, tidak perlu mencontoh prilaku yang tidak benar. Sebab Generasi Qurani meyakini bahwa Rasul teladan sempurna. Semua aspek ada padanya. Kesuksesannya telah nyata, walau begitu jauh jarak masanya, namun ajarannya tertanam sempurna.

Generasi yang mencintai AL-QUR'AN dan HADITS,
tidak akan memusingkan permasalahan hidup. Dipikirkan, tapi tak untuk dipusingkan. Sebab semua jawaban telah tercantum dalam Al-Qur'an yang diagungkan. Walau akan disebut fanatik, radikal, ekstrimis, tetapi generasi Qur'ani akan tegar dan istiqomah karena Quran menjadi panduan. Segala penciptaan dari awal kehidupan hingga saatnya masa kehancuran, semua sudah dituliskan. Generasi ini adalah generasi cerdas, mampu membaca peta zaman, hidupnya sudah penuh jawaban, bukan lagi pertanyaan.
 
Tanpa unsur ketiganya, kita hanya akan menghasilkan generasi yang lemah, yang hidupnya tak berarah. Sedang Allah telah mengingatkan kita pada surah An-Nisa ayat 9 :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”.

Inilah teguran istimewa itu!

Apakah kita ingin meninggalkan generasi yang lemah?
Yang kehilangan pegangan dan tak tahu arah?
Yang hidup hanya sekedar hidup tapi tak urung sadar bahwa ia dicipta untuk beribadah?

Di tengah derasnya gerusan zaman, kuatnya badai godaan, apakah generasi kita akan kuat jika tak menempatkan Allah, Rasulullah serta Al-Qur'an dan Hadits dalam hatinya?
_______

Beginilah generasi Qurani, imannya mengalahkan 'kegilaan' zaman yang mampu membunuh nurani.

Inilah generasi Qurani, melawan mainstream dengan sopan.

Generasi ini bukan generasi lemah, generasi ini dirindu dunia, didamba syurga.
InsyaAllah...

Mudah-mudahan Ayah, Bunda dan segenap calon orangtua mulai mempersiapkan diri untuk membentuk keluarga Qurani. Aamiin...

www.islamic-bookfair.com
Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba #NgeblogIslami dalam menyambut Islamic Book Fair 2016, 26 Feb-6 Mar 2016

Ketika Mas Gagah Pergi the Movie | Official Poster Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah sebu...

Ketika Mas Gagah Pergi the Movie | Official Poster
Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah sebuah karya fenomenal Helvy Tiana Rosa (salah satu pendiri Forum Lingkar Pena) yang bertahan lebih dari 22 tahun dalam menginspirasi kaum muda. KMGP juga disebut-sebut sebagai karya yang mempengaruhi gerakan dakwah di Indonesia (Yo Nonaka, peneliti asal Jepang) bisa dibilang sosok Mas Gagah dijadikan role model ikhwan pergerakan di Indonesia.

Perjuangan mengangkat buku KMGP ke layar sinema tidaklah mudah. Pernah akan difilmkan namun ternyata gagal, ‘dipinang’ oleh beberapa PH besar tapi ingin menghilangkan beberapa unsur, sampai akhirnya sepanjang tahun 2015 yang lalu, Helvy Tiana Rosa menggagas KMGP lewat Crowd Funding, yaitu gotong royong untuk suatu proyek idealis.

Ditulis pertama kali pada tahun 1992, KMGP telah banyak mengalami revisi termasuk pada filmnya. ‘Hijrahnya’ Mas Gagah ke dalam film memang terbilang tidak mudah. Umumnya, buku yang diangkat ke dalam film lebih banyak tidak sesuai ekspektasi dan cenderung mengecewakan. Hal ini lumrah, sebab saat membaca buku, pembaca bebas menginterpretasikan tokoh hingga jalan cerita sesuai ekspektasinya. Sedangkan pada film, penonton akan terpaku pada satu acuan mutlak mulai dari tokoh hingga setting. Seringkali tokoh dan setting ini tidak sesuai dengan ekspektasi penonton sehingga mengecewakan.
Hijrahnya Mas Gagah ke dalam film juga tidak terlepas dari dilema sejenis. Walau masih mengangkat tema besar yang sama, namun alur cerita KMGP yang berubah membuat saya harus menyusun logika dari dasar lagi.
------- 

Film KMGP berkisah tentang hubungan kakak adik bernama Gagah (Hamas Syahid Izzuddin) dan Gita (Aquino Umar) yang berubah drastis sejak Gagah pulang dari Ternate. Gita yang terbiasa seru-seruan bersama abang gantengnya yang berprofesi sebagai model sekaligus senpai karate tiba-tiba harus terkejut karena perubahan abangnya. Gagah yang dulunya sangat modis dan gaul berubah menjadi suka memakai baju koko dan celana kain. Gagah yang suka hangout dan nongkrong-nongkrong cantik atau nonton konser, kini berubah pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca buku. Selera musiknya juga berubah, menjadi lagu-lagu arab yang diperkenalkan Gagah kepada Gita sebagai nasyid, bukan hanya lagu namun juga dzikr (pengingat)

Perubahan Gagah membuat Gita membenci abangnya itu, Gita menganggap Gagah tidak lagi asyik dan tidak bisa memahami dirinya. Pertengkaran-pertengkaran kerap terjadi, Mama (Wulan Guritno) sampai pusing melihatnya. Di satu sisi Mama yakin bahwa Gagah benar, tetapi Mama juga meminta Gagah agar tetap menjaga adiknya. Gita menganggap Mama pilih kasih, sementara cukup dilematis bagi Gagah untuk mengikuti adiknya atau mengikuti agamanya dengan konsekuensi dijauhi oleh orang tersayang. Tetapi Kiai Gufron (Salim A Fillah) menguatkannya dalam suatu pembicaraan lewat telepon bahwa istiqomah adalah kunci utama.

Karena membenci Gagah, Gita tidak lagi ingin diantar ke sekolah. Ia memilih menggunakan bis umum padat penumpang. Entah bagaimana ceritanya, Gita sering bertemu seorang lelaki yang pindah dari bus ke bus untuk berdakwah (Masaji Wijayanto). Lelaki yang tidak pernah menyebutkan namanya itu tidak pernah malu menyampaikan kebenaran. Sebagian orang menganggapnya pengamen yang mengharap recehan sehingga beberapa penumpang sering menawarkan uang, namun selesainya ia menyampaikan dakwahnya, ia segera turun dari bis dan berpindah ke bis selanjutnya. Awalnya Gita merasa terganggu, bahkan sempat melawan lelaki ini. Namun dalam suatu waktu, Gita hampir saja kecopetan dan lelaki misterius itulah yang menolongnya. Setelah kejadian itu Gita juga mendapati lelaki misterius itu sedang menolong penduduk dari musibah kebakaran. Gita jadi salut, maka dalam kesempatan lain saat ia bertemu lagi dengan lelaki itu, Gita bertanya siapa namanya. Namun karena lelaki itu segera pindah ke bus lain, Gita hanya mendengar “Fi sabilillah” dan akhirnya menamai lelaki itu dengan Mas Fisabilillah.

Sementara Gagah akhirnya bersahabat dengan para preman tobat yang ditemuinya di sebuah perkampungan kumuh di pinggir laut. Gagah awalnya berniat mengembalikan dompet yang ditemukannya, namun tiga orang preman datang dan memalak Gagah. Sayang, Gagah yang jago karate terpaksa memberi pelajaran dengan jurus karatenya. Tak disangka, ketiga preman itu ternyata pensiunan preman alias preman tobat yang mengurusi anak-anak di kampung itu. Bersama Gagah dan teman-temannya, mereka akhirnya membangun Rumah Cinta yang difungsikan sebagai taman baca, tempat berkreasi dan juga terdapat masjid untuk beribadah. Gagah juga mengajarkan ketiga preman untuk istiqomah alias konsisten dalam berbuat kebaikan. Gagah juga membawa Mama ke Rumah Cinta, disana hati Mama begitu tersentuh, terutama saat seorang anak perempuan menghadiahi Mama sepotong jilbab.

Konflik Gagah dan Gita masih terus berlanjut, puncaknya saat Gita diam-diam membongkar laptop Gagah yang diyakininya bisa mendapatkan informasi tentang perubahan abangnya yang bahkan disangkanya terjebak aliran sesat. Gagah berusaha meminta maaf dengan membelikan Gita sebuah rok untuk dipakainya. Bukannya berbaikan, Gita malah makin ngambek karena merasa Gagah tidak mengerti dirinya yang tomboy. Gita mengajukan syarat, Gagah harus mengikuti keinginannya. Gagah menuruti, membawa Gita ke sebuah pesta. Lebih lucu lagi ketika Gita keheranan melihat pesta pernikahan yang dipisah antara lelaki dan perempuan itu. Gita mengintip area ikhwan lalu berusaha menerobos. Karena dilarang oleh seorang panitia, Gita akhirnya membuat kerusuhan dengan menumpahkan makanan yang sedang dibawa seorang waiter. Gagah geram bukan kepalang, tapi Gita lebih marah lagi kepada Gagah.

Gita lebih terpukul saat melihat sahabat dekatnya, Tika juga ikut berjilbab. Begitupun Mama yang didapatinya sedang melipati jilbab lantas berkata “Hidayah, Git… Doakan Mama dapat hidayah…”. Gita betul-betul tidak mengerti, semua orang berubah aneh seperti Mas Gagah!
 -------


Akhirnya bisa nonton juga T^T
 Antara buku dan Film KMGP 

Sebagai pembaca KMGP, saya memang harus merekonstruksi ulang pikiran saya. Sebab, alur ceritanya memang sangat berbeda. Perbedaan-perbedaan besar yang saya soroti adalah sebagai berikut : 

  • Loncatan Zaman

Ditulis pada tahun 1992, KMGP versi film telah disesuaikan dengan masa kini. Setting kekinian terlihat jelas dari gaya berpakaian anak kekinian ala Gita yang akrab dengan topi mencolok. Sementara Gagah dalam film ini tidak selalu menggunakan celana kain, Gagah justru banyak menggunakan jeans walaupun dengan warna-warna natural yang tidak mencolok. Begitupun sepatunya yang mewakilkan ‘ikhwan kekinian’, tidak lagi menggunakan sandal sepatu atau sandal kulit seperti ikhwan zaman dahulu.
Loncatan zaman juga terlihat dari gadget seperti smartphone milik Yudi, laptop Gagah dan Gita yang merupakan merk ternama, atau istilah download lagu-lagu nasyid (dulunya hanya ada kaset). 

  • Penggunaan Jilbab

With friend nge-KMGP | "Ini tiket kita!" ehh... "INI FILM KITA!"
Pada saat KMGP ditulis, waktu itu jilbab di Indonesia masih lagi diperjuangkan. Penggunanya dianggap aneh dan hanya digunakan oleh kalangan tertentu. Jika dibuat di masa ini, saya pikir ada baiknya problematika penggunaan hijab harus dibuat lebih kritis. Misalnya, jika di zaman dulu masalah utama jilbab adalah sulitnya penggunaan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, di zaman ini ada banyak masalah jilbab yang lain, seperti penggunaan jilbab sebagai mode/tren belaka, atau permasalahan lainnya. Sehingga masalah jilbab bisa menjadi pesan utama dari film ini.

  • Timeline

Timeline dalam buku KMGP berbeda jauh dengan filmnya. Dalam buku, Gagah dan Yudi hidup dalam kesatuan waktu yang terpisah dan tidak sempat bertemu, bahkan keduanya tidak memiliki hubungan. Tetapi dalam film ini, Gagah dan Yudi sempat bertemu, saling mengenal, menuntut ilmu bersama, dan dikenal Gita dalam waktu yang sama.
Selain itu, dalam buku, diceritakan bahwa Gagah-Gita memiliki Papa, sedangkan dalam film, diceritakan bahwa Papa meninggalkan mereka dengan tiba-tiba. Apakah perginya Papa akan menjadi konflik baru dalam film KMGP? Kita lihat saja kelanjutannya.

Menantikan Sekuelnya

Saya tidak mengira bahwa KMGP akan dipecah menjadi dua bagian. Tentu, saya penasaran dengan kelanjutannya. Saya tidak tahu alasan pasti mengapa film ini dibagi dua, apakah mungkin terlalu padat dan banyaknya pesan yang ingin disampaikan sehingga tidak cukup dalam 90 menit. KMGP 1 ini menurut saya lebih menekankan pada pengenalan tokoh. Konflik utamanya justru akan muncul di KMGP 2.

Menyoal Para Pelakon 

Aktor dan aktris dalam sebuah film adalah nafas utama, bagaimana mereka menghidupkan tokoh fiktif dalam dunia nyata. Helvy Tiana Rosa selaku penulis dan produser memang menginginkan pemain baru yang sesuai dengan ruh para tokohnya. Namun, terlepas dari keinginan, manusia memang masih saja punya kekurangan.

Hamas Syahid Izzuddin (Mas Gagah), saat menemani roadshow HTR di Medan, saya membayangkan sosok Gagah yang dirahasiakan oleh HTR ini. Penggambaran kepribadian yang nyaris sempurna dari HTR ternyata tidak berbanding sempurna dengan aktingnya di KMGP. Hamas bukan orang baru, sebelumnya ia sudah membintangi Tausiyah Cinta sebagai pelakon utama. Namun menghidupkan karakter Gagah dalam KMGP bagi saya belum dilakoninya secara baik. Hamas masih terlihat kaku sebagai Gagah. Begitupun saat adegan menghajar tiga preman, Hamas belum bisa menunjukkan Gagah yang seorang senpai karate. Setahu saya, setiap beladiri punya gerakan khas mulai dari kuda-kuda hingga jurusnya. Saya melihat Hamas lebih mendekati tinju ketimbang karate saat adegan ini. Saat marah, Hamas terlihat menyeramkan, nyaris menghilangkan sisi cute and calm-nya dalam adegan lainnya.  

Yang paling mengganggu dari penampilan Hamas adalah janggut tempelnya yang terkesan ‘maksa’. Hampir semua teman mengomentari janggutnya, walau kecil namun memang sangat mengganggu. Beberapa teman bahkan menyarankan agar menggunakan obat penumbuh jenggot saja daripada dibuat tempelan seperti itu. Bondingnya dengan Gita juga belum cukup kuat. Saya mengapresiasi nihilnya sentuhan antara Gagah dengan Gita karena pada dasarnya mereka memang bukan muhrim. Namun saat Hamas menyebut “Dik Manis” tampaknya ia kurang luwes. Mungkin karena Hamas memang tidak biasa mengumbar kata manis atau menggombali lawan jenis :D

Aquino Umar (Gita), walau ada yang mengatakan lebay, bagi saya Noy cukup memuaskan dengan kekayaan ekspresinya. Sebagai bocah tomboy yang cuek dan kekanak-kanakan, Noy terbilang berhasil masuk ke dalam tokoh Gita. Kekesalannya sangat terasa ketika orang-orang di sekitarnya mulai berubah, saya dapat membayangkan jika di posisinya, pasti terasa bingung dan kesal sendiri. Kekuatan Noy ada pada ekspresi jutek dan cemberutnya, tapi saya belum tahu (dan menantikan) ekspresi kesedihan dari Noy yang tentunya akan menguatkan KMGP.



Masaji Wijayanto (Yudi) mungkin cukup mencuri perhatian karena wajah tampannya. Di usianya yang sangat muda saya sempat khawatir ia tidak bisa menghidupkan Yudi. Memang masih terdapat beberapa kekurangan, terutama pada awal kemunculannya di film KMGP. Masaji masih bermasalah dalam artikulasi bicara. Padahal tokoh Yudi punya highlight sebagai orang yang ‘rajin’ bicara. Beberapa kali Masaji terdengar ‘belibet’, walau kecil tetapi telinga penonton cukup peka untuk menemukannya. Dalam novel, perkiraan tokoh Yudi berusia jauh lebih tua dari Gita. Namun dalam film KMGP, Masaji dengan Noy terlihat seperti rekan sepermainan, Masaji belum terlihat lebih dewasa walaupun memanggil Gita dengan sebutan “Dik”, terasa janggal memang.

Ketiga tokoh utama yang muncul di KMGP 1 ini cukup terimbangi dengan pemeran pendukung yang berasal dari jajaran artis senior. Wulan Guritno salah satunya, pembawaannya sebagai ibu yang berjuang menghidupi kedua anaknya memang sangat kuat, terhadap Gita demikian, namun tidak dengan bonding ibu-anak terhadap Gagah.

Kehadiran tiga preman tobat bisa dibilang mengobati ‘kelurusan’ film ini. Adegan yang ketiganya tampilkan selalu lucu, terutama saat Epy Kusnandar menampari bibir Abdur SUCI karena nyosor ingin bicara. Selain itu kehadiran Ely Sugigi yang kesal saat disebut tonggos dan Aty Fatimah SSTI yang disindir gendut di dalam bus juga sama kocaknya.

Mendukung dan Mengapresiasi Film Islami yang Berkualitas

Saat menjadi MC
Roadshow KMGP di Medan

Bagaimanapun, sebagai salah seorang yang mengikuti perjuangan KMGP, saya akan terus mendukung KMGP terutama untuk kebaikan di masa mendatang. Paling tidak, KMGP tidak mengangkat percintaan sebagai tema utamanya seperti halnya film islami mainstream. Sebut saja para pendahulunya yang mengangkat dilema percintaan dalam ranah syar’i. KMGP justru hadir menawarkan tema tentang Hijrah dan Dakwah. Di sekitar saya banyak teman-teman yang terinspirasi oleh KMGP, membuka hati untuk hijrah dan mulai mendekatkan diri kepada dakwah.

Karenanya saya nonton KMGP untuk mendukung film-film seperti ini. Dengan datang ke bioskop dan membayar untuk sebuah film, sesungguhnya kita tengah memberi kepercayaan kepada pelaku industri film bahwa film islami mempunyai tempat tersendiri, juga merupakan pasar penonton yang jelas.
Dengan cara ini pula kita menghidupkan sastra Islami, agar layar bioskop tanah air tidak dipenuhi dengan film asing maupun film yang tidak membangun.

Selain itu dengan menonton KMGP kita juga ikut membantu pendidikan anak-anak di Palestina, dan kita turut pula menyumbang sebuah pohon untuk keberlangsungan alam raya.
KMGP memang bukan film sembarangan! Film ini dipenuhi ruh perjuangan. Mulai dari pra-produksi hingga post-produksinya.

Satu hal lagi, film seperti ini akan mengubah stereotip “Cowok Keren”. Kalau dulu cowok keren ditasbihkan pada anak gaul yang modis, lelaki macho berotot atau naik motor besar, kehadiran Hamas, dkk sepertinya akan mengubah arus. Penghapal Qur’an tidak lagi dianggap kampungan melainkan terlihat keren karena layak menjadi imam yang baik. Bersiaplah para lelaki, karena setelah ini mungkin saja calon anda akan meminta hapalan Ar-Rahman sebagai mahar, atau paling tidak meminta untuk diajarkan Al-Qur’an. Bersiaplah… Standar suami dan calon mantu akan segera berubah :D

KMGP memang bukan film biasa. Bertahan selama lebih dari dua dasawarsa, digarap dengan mempertahankan idealism serta perjuangan crowd-funding yang tidak mudah akan menjadikan KMGP film yang lekat dalam ingatan. Saya selalu percaya, yang dibuat dengan jiwa akan memiliki jiwa, yang datang dari hati akan sampai ke hati. Semoga KMGP bisa!