Selasa, 21 Oktober 2014 | By: Putri Rizki Ardhina

The Girls : Batu-Batu Merah Jambu

Sudah lama aku ingin menulis cerita-cerita dari The Girls. Setiap kali selesai berdiskusi, aku ingin menuliskan hasil diskusi kami. Hanya, saking banyaknya jadi bingung mana dulu yang harus ditulis. Sampai pagi ini sebuah email masuk, Pututupi minta cerita The Girls ditulis lagi, sudah banyak perkembangan katanya hahaha...


Setelah menulis cerita The Girls pada Januari 2014 lalu, kami telah melalui banyak hal sampai hari ini. Seperti halnya kulit bawang, kami telah mengupas sedikit demi sedikit lapisan kulit masing-masing. Eeeh, bukan-bukan! Ini bukan cerita mutilasi, maksudnya kami sudah mengenal lebih dalam lagi.
Kami banyak bermain kuis-kuis aneh yang kadang-kadang jawabannya betul. Lalu saat berjumpa kami membahas hasil kuis itu. Gunanya apa? Biasanya untuk saling mem-bully! Eits, bukan bully yang jahat loh... Namanya dalam kelompok, pasti selalu ada objek penderita kan? Hihi...
Dulu kami sering menulis di blog masing-masing, belakangan sudah pada hijrah ke tumblr. tak terkecuali Karina. Sekalipun tidak memiliki akun tumblr. tapi dia sedang mengagumi tulisan seorang pegiat tumblr. Eciee ciee, Karina... Hehehe...

Batu-batu merah jambu.
Begitu kan kita?
Senin, 20 Oktober 2014 | By: Putri Rizki Ardhina

Cintaku, Cintamu dan CintaNya

Cintaku :

Bagaimana aku harus mendefinisikan cinta? Sedang seorang penyair akhirnya gila karena tak pernah menemukan jumlah pasti definisi cinta. Terakhir ada 5000 definisi yang ia dapatkan sebelum kemudian ia mati karena frustasi.
Lalu aku? Bagaimana mengartikannya...
Sebagai manusia normal tentulah aku pernah merasakannya.

"Cinta yang baik adalah cinta yang membangun", begitu kata salah seorang motivator. Maka aku berterimakasih kepada cinta karena dalam prosesnya ia membentukku menjadi pribadi yang semakin mengenal diriku sendiri, semakin berubah pandangannya soal cinta, semakin memahami hakikat cinta yang lebih baik. Ya, terima kasih.

Cinta mungkin bisa membuat orang gila, akupun sama. Tapi Dia, pemilik cinta yang sesungguhnya senantiasa menunjukkan kemana harusnya cinta mengalir.
Lalu sebuah doa kuutarakan kepadaNya, "Allah, berikanlah aku cinta jika memang telah datang seorang yang tepat itu"
Doa yang kutitipkan seiring dengan lirik sebuah lagu yang senantiasa menjadi nasihat

Bertumpu Pada yang Paling Kokoh

Apa yang terjadi jika kita bertumpu pada sesuatu yang tidak kokoh?
Ya, saat tumpuan kita itu roboh maka ikut terjatuh pulalah kita.

***

Kita, manusia disebut sebagai makhluk yang dhoif (lemah). Disebut demikian karena kita memang butuh tumpuan untuk menjadi kuat. Bagaimana mungkin sesuatu yang lemah tidak bertumpu pada sesuatu?
Bayangkan jika seorang yang dalam keadaan sakit lagi lemah, berjalan sendirian tanpa ada tumpuan. Yang terjadi adalah dia bisa saja tetap berjalan namun terhuyung-huyung, limbung, tidak tentu arahnya, dirinya sendiri juga sakit dan yang paling buruk adalah dia bisa saja terjatuh karena tidak punya kekuatan lagi. Kenapa? Karena ia tidak punya tumpuan, pegangan atau sandaran.

Dalam Tauhid, manusia pada dasarnya memiliki potensi untuk menghamba pada sesuatu yang lebih tinggi. Itulah mengapa manusia harus bertuhan, sebab percaya Tuhan berarti memiliki tumpuan.

Beageues : Limited Junior

Ada pulak junior kayak gini...
Suatu hari di PIJAR...
Zakiah : Kak, awak baca loh tulisan Yiyink Gigink di blog kakak... Seru ya...
Tiba-tiba ada bocah nongol sambil protes
"Aku mau juga lah! Aku nggak pernah dibuatin gitu!"

Hah! Itu dia... Itu dia orang yang nge-message kayak gambar di atas.
Bocah ini selalu enggak mau kalah, apa-apa dia minta harus sama dengan orang.
"Aku enggak pernah dikasih gitu!"
"Aku kok nggak dapet juga?"
"Gantengan mana aku sama dia?"
"Pasti gantengan aku lah ya kan..." (*itu-itu aja kosakatamu dek...dek...)

Namanya Bagus Prakasa. Tapi orang-orang sering nyebut namanya Bagus Perkasa atau jadi Bagus Prakarsa. Segagah apapun namanya anak ini malah terlihat unyu dengan tubuh mungilnya. Oke, sebutan lainnya tidak cukup tinggi (dan punya obsesi menjadi tinggi)
Pernah bercita-cita jadi model tapi kepentok tinggi badan.
Pernah berniat masuk Kedokteran tapi kepentok... ya takdirnya harus masuk Komunikasi aja mungkin :D

Pertama kali jumpa Bagus waktu Inaugurasi 2012. Waktu itu aku jadi panitia di bagian Rohani Islam. Jadi aku ngasih materi keislaman. Bocah ini (dengan postur mungilnya) duduk paling depan. Setelah materi dia nanyain sesuatu ke aku, "Kak, mana yang lebih baik, sholatnya penuh tapi enggak pakai jilbab atau sudah pakai jilbab tapi sholatnya belum beres?" (*polos banget gak sih?)
Jawabku waktu itu : "Nggak ada yang lebih baik. Baiknya dibarengin, sambil jilbabnya dibenerin ibadahnya juga ikut diperbaiki"
Cukup takjub sebenarnya ngeliat anak ini interest sama materi keagamaan secara tampilannya agak-agak anak gahol gemanah getoh. Belakangan aku baru tau kalau dia anak Remaja Mesjid yang aktif di lingkungan rumahnya.

Minggu, 19 Oktober 2014 | By: Putri Rizki Ardhina

Kita Adalah Kapal-Kapal yang Berlayar

Kita adalah pribadi-pribadi yang bebas
Tidak terikat, tidak terkait
Pada apapun

***

Kita adalah kapal-kapal yang berlayar dengan bebas di lautan

Kau tahu mengapa aku menyebutnya kapal?

Kapal secara bobot cukup berat untuk mengambang kan? Tapi ia bisa.
Jika melihat massanya yakinlah kita bahwa ia akan tenggelam
Tapi ia bisa mengambang
Begitupun kehidupan, kita tahu mungkin kita bisa saja tenggelam
Tapi untuk tetap stabil maka bergeraklah

Kapal itu mengarungi lautan
Kau tahu mengapa laut begitu tenang?
Itu menunjukkan betapa dalamnya ia, betapa banyaknya rahasia yang tersimpan di bawahnya
Jelas berbeda dengan parit, tidak tenang dan suaranya gampang sekali kita dengar
Jadi dalam hidup ini pun akan banyak sekali rahasia yang belum kita tahu
Maka sekali lagi,
Berjalanlah, berlayarlah
Agar kapalmu tetap stabil

Karena kapal yang tidak bergeming pada akhirnya akan menghadapi dua hal
Hancur karena dimakan lautan lalu tenggelam, atau
Digulung badai lautan karena hanya berdiam

Lalu lihatlah,
Tidakkah ombak yang memukul dinding-dindingnya adalah penggeraknya?
Dan angin yang bertiup kencang mendorong layarnya untuk pergi menuju lautan kemudian memulangkannya?
Begitupun hidup,
Masalah yang datang, walau memukulmu dengan keras
Ia adalah penggerakmu, yang membuatmu terus hidup dan menyelesaikan masalah-masalah itu
Sekuat apapun masalah menerpa, ianya pula yang akan mendorongmu mengarungi kehidupan sampai nanti memulangkan engkau pada asalmu.

Kapal-kapal itu berangkat, melayar
Lalu tibalah masa ia harus kembali

Pun jika kapal kita tidak dipulangkan ke dermaga yang sama
Paling tidak kita telah selesai mengarungi lautan

Kita adalah kapal-kapal yang berlayar
Tetap bergerak ke depan
Untuk membuatnya tetap berlayar

-Kamar, memikirkan kapal-
Sabtu, 18 Oktober 2014 | By: Putri Rizki Ardhina

Stalking Itu Apa, Sih?

Stalking.
Pandangan orang tentang stalking memang cukup negatif mengingat para stalker (pelaku stalking) dianggap sebagai sosok yang mengganggu kenyamanan hidup orang lain. Padahal kenyatannya tidak selalu begitu, stalking tidak selalu buruk kok... Baik, mari kita bahas tentang stalking!

Stalk dalam bahasa Inggris diartikan sebagai :
"to move quietly and slowly towards an animal or person in order to get near without being seen" (Oxford Dict.)
maksudnya "bergerak diam-diam dan perlahan-lahan ke arah hewan atau orang untuk mendekati tanpa terlihat"
Sedangkan terjemahan bahasa Indonesianya, Stalk diartikan sebagai menguntit. Dalam KBBI daring, menguntit yang berasal dari kata kuntit memiliki arti :

Oke, kesimpulan dari keduanya adalah stalking dilakukan Di Belakang dan secara Diam-Diam. Intinya aktivitas ini dilakukan secara rahasia dengan tujuan tertentu.

Stalking bisa saja menjadi positif dan negatif, tergantung motif apa yang digunakan oleh Stalkernya. Jadi kita tidak bisa langsung menghakimi bahwa stalking itu kegiatan negatif. Baik, mari kita bahas keduanya :
Rabu, 15 Oktober 2014 | By: Putri Rizki Ardhina

Tuhan Paling Romantis

Seharusnya aku tidak membuat judul seperti ini karena Tuhan hanya SATU dan tiada pembanding bagiMu. Jadi sebenarnya bukan kata 'Paling' yang kugunakan, kan? Hanya saja aku ingin menggunakan Tuhan Paling Romantis karena aku merasakannya... Aku merasakan bahwa segala romantisme yang dihadirkan di dunia ini sesungguhnya adalah romantisme paling nyata dariMu, wahai Tuhan Paling Romantis.

Aku melihatnya. Manusia-manusia yang bertuhan pada hal-hal selain Tuhan yang sesungguhnya. Romantis bagi mereka berbentuk seperti memberi perhatian, memberi bunga, cokelat, kejutan atau apa sajalah yang sejenisnya. Romantisme itu mereka dapati dari hasil propaganda media, roman picisan pengeruk iman, ohh...

Tapi aku juga mengenalnya. Romantisme dari orang-orang pilihan-Mu seperti laki-laki itu, dia sangat romantis. Namanya Muhammad, setiap kali mendengar namanya kami akan segera bersholawat atasnya, untuk lelaki paling romantis itu. Seorang lelaki yang tak segan membantu istrinya, bersenda gurau, olahraga bersama, senantiasa bersikap adil dan semua itu tidak menurunkan marwahnya sebagai lelaki yang ditakdirkan menjadi Pemimpin Besar di dunia ini.

Tapi dari semua romantisme itu secara jujur akan kukatakan bahwa Engkaulah yang paling romantis... Engkau ya Allah...

Waktu-waktu bersamaMu adalah yang terbaik. Setiap kali aku merasa lemah dan tak berdaya aku datang kepadaMu dan mengadukan semuanya. Aku berbicara kepadaMu lewat do'a-do'a yang memiliki arti-arti indah, bukankah itu sangat romantis?
Sholat, amalan yang Engkau perintahkan untuk diupayakan oleh manusia kala mereka meminta tolong. Setiap sholat yang berbeda, aku menemukan lagi romantismeMu yang berbeda.