PHP. Pemberi Harapan Palsu. Diberi harapan indah yang menerbangkan ke awang-awang, ditawarkan janji...

PHP. Pemberi Harapan Palsu.
Diberi harapan indah yang menerbangkan ke awang-awang, ditawarkan janji manis yang tampaknya menghasilkan kepastian, sayangnya... P.A.L.S.U
Lantas banyak kita dapati di sekitar kita Korban PHP ataupun Pelaku PHP itu sendiri.
Tunggu! Jangan-jangan bukan orang lain! Bisa jadi diri kita sendiri!
Entah korbannya, entah pelakunya
Astaghfirullah...

Parahnya lagi ada orang yang bangga karena sudah mem-PHP orang, seolah-olah dirinya keren banget - kece badai - very very famous apalah apalah - banyak yang ngharepin.
Duh! Kalau aja kamu tau apa akibat dari PHP yang kamu anggap lucu itu... 
Karena akibatnya SUNGGUH SAMA SEKALI ENGGAK LUCU!

Oke, jadi gini ceritanya...
Baru-baru ini aku lagi nemenin seorang teman yang terdeteksi kena penyakit 'Ain, kita konsultasi ke salah satu lembaga terapi dan rehabilitasi untuk ruqyah syar'i. Nah, di akhir konsultasi si Ustadz menyarankan sesuatu. Bukan cuma ditujukan ke temanku yang kena penyakit 'Ain tadi, tapi juga ke aku yang mendampingi.

Ustadz (U) : Kamu belum menikah, kan?

Aku (P) : Belum Ustadz

U : Saya sarankan nanti sebelum nikah kamu bayar kafarah dulu ya...

P : Hah? Kafarah? (sambil mikir dosa apa yang sampe bikin gueh harus bayar kafarah) Kafarah untuk apa ya Ustadz? 

U : Misalnya gini nih, saya sebelum nikah sempat pacaran. Terus sempat kasih janji atau harapan sehingga pasangan itu berharap. Tapi akhirnya putus dan orang itu kecewa. Nah, janji yang tidak tertunaikan itulah yang harus kamu bayar kafarahnya

P : (mikir lagi, pan gueh gak pernah pacaran, gimana ceritanya?) Ustadz, emangnya nggak cukup kalau minta maaf aja?

U : Minta maaf itu ya harus. Tapi setelah minta maaf, kafarahnya tetap harus kamu tunaikan
(jadi gini, meminta maaf itu kan hablumminannaas-nya, sementara hablumminallah-nya ya harus menunaikan kafarah itu)

Dasar Kafarah 

Kafarah berasal dari kata dasar kafara (menutupi sesuatu). Artinya adalah denda yang wajib ditunaikan yang disebabkan oleh suatu perbuatan dosa, yang bertujuan menutup dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang diperbuat tersebut, baik di dunia maupun di akhirat.

Sedangkan ayat yang menjadi dasar hukumnya adalah : 

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). QS. Al-Maidah : 89

Kafarah Untuk PHP-ers

Berdasarkan ayat di atas, kafarah yang harus dibayar bagi jomblo yang mungkin pernah sengaja atau tanpa sengaja memberi harapan/janji maka kafarah yang harus dibayar adalah :
  • Memberi makan sepuluh orang miskin dengan kualitas makanan yang sama dengan yang kamu makan
  • Jika tidak sanggup maka berikan pakaian kepada 10 orang miskin
  • Dan kalau tidak sanggup maka berpuasalah 3 hari
 Sedangkan untuk yang sudah menikah, kafarahnya dibayar untuk berdua. Tentu jumlahnya berbeda. Kalau pada jomblo yang belum menikah, kafarah diberikan kepada 10 orang miskin. Tetapi pada yang sudah menikah, jumlahnya bertambah menjadi 60 orang miskin.

 Gimana Kalau Nggak Bayar Kafarah?

Coba perhatikan definisi kafarah di awal. Jadi kafarah itu bertujuan untuk menutup dosa tersebut sehingga tidak ada pengaruhnya lagi baik di dunia maupun di akhirat.
So, tentu ada pengaruh dalam pernikahan orang-orang yang pernah mem-PHP lantas belum meminta maaf dan membayar kafarahnya. Salah satunya seperti yang dialami teman saya di cerita awal tadi.
Sederhana saja, bagaimana mungkin kamu memulai hubungan sementara ada hati yang masih terluka dan tidak ikhlas?
Emangnya nggak ngefek?

Kalau Saya Nggak Pernah Merasa PHP Orang, Gimana?

Ini nggak cuma berlaku untuk PHP sebenarnya, tapi untuk janji-janji lain yang nggak sempat atau belum tertunaikan.
Di sisi lain kita kan nggak tahu apa ada orang yang sempat berharap atau dikecewakan oleh kita. Amannya sih, bayar kafarah aja. Pun bukan untuk PHP, tapi untuk janji yang tidak tertunai atau lisan yang berkata tapi terlupa.

Wal akhir, nggak usah ngerasa keren deh kalau kamu mem-PHP orang. Ingat kafarahnya, ingaaaat!
Efeknya bakal balik ke kamu jugaaa, ngerugiin kamu jugaaa...

Rumus Anti Korban PHP
Wallahu a'lam bisshawaab

Kuyakini dunia ini begitu ramai Dengan apa yang dilihat mataku, didengar telingaku Tetapi sepi ternyata tak selalu bersimpati pada kesendi...

Kuyakini dunia ini begitu ramai
Dengan apa yang dilihat mataku, didengar telingaku

Tetapi sepi ternyata tak selalu bersimpati pada kesendirian
Sebab dalam keramaian pun selalu ada sepi

Seperti sepi yang tak terdefinisikan
Seperti bagian kosong yang hampa
Sepertinya harus dilengkapi

Menikah.

"Ulang tahun pertama seorang bayi adalah ulang tahun pertama ibunya" - Japan Wisdom SE...

"Ulang tahun pertama seorang bayi
adalah ulang tahun pertama ibunya"
- Japan Wisdom

SELAMAT ULANG TAHUN PERTAMA BLOGGER MEDAN!!!
Iye, bikin heboh aja dulu sebelum nyimak kehebohan sebenarnya dari ulang tahun pertama Blogger Medan


Katanya ulang tahun pertama seorang bayi adalah ulang tahun pertama ibunya. Berhubung si 'bayi' BlogM ini ber'emak' banyak, jadilah perayaan ulang tahunnya pecah-tumpah-meriah di hari Minggu, 14 Februari 2016 lalu.
Ultah BlogM sebenarnya jatuh di tanggal 2 Februari, hari dimana BlogM terlahir kembali. Di DURIAN (Diskusi Ringan Anak Medan) terakhir, kita berencana untuk merayakan ultah pertama BlogM. Rapat super singkat pun dimulai, ketua panitia ditunjuk saat itu juga beserta jajaran koordinator masing-masing bagian. Kali ini aku 'ditumbalkan' sebagai Koordinator Dekorasi (balik lagi deh ke kerjaan lama, cewek panglong~)

Sampai H-7 Ultah BlogM, koordinasi masih terus dilakukan. Bagian dekorasi nggak kalah khilaf, karena aku dan Wina (medanfoodblogger.com) miskoordinasi tentang siapa yang mengkoordinir. Aku merasa posisiku sudah digantikan Wina saat pergi ke Jakarta, ternyata Wina merasa aku masih koordinator. Akhirnya dengan kekuatan yang tersisa, aku belanja bahan dekorasi ke toko langganan. Sepulangnya, aku langsung mengeksekusi bahan-bahan tadi dan lanjut ngeprint beberapa stuff dekorasi yang udah tersimpan di laptop. Aku menghubungi Wina sebagai bala tentara, untungnya kak Ririn (ririnanindya.blogspot.com) ikut datang membantu. Dan jadilah eksekusi dekorasi seperti ini~

Rumah pun dikorbankan, semua sektor diiketin umbul-umbul demi ultah BlogM
Wina, bala tentara yang datang pagi-pagi demi ngerjain properti dan dekorasi

Oke, cukup untuk "Cerita Orang Dapur"-nya, kita lanjut ke hari H.
14 Februari 2016
Nggak pun ingat lagi aku hari apa itu, yang ada di kepalaku cuma "Bawa barang dekor itu, kau urus dekorasi acara, abis itu bisa napas tenang kau". Niatnya sih gitu, tapi sesampainya di Griya XL Lt.2...
Ulala!!! Dekorasinya~ Akhirnya dibantu temen-temen lain (syukur anak BlogM ini gak bangsa ongkang-ongkang kaki, orang ni bangsa Indonesia) umbul-umbul dipasang, balon ditiupi, properti photobooth disusun rapi, dan dekorasi pun selesai! Kilat kali, apa nggak Xtra Luarbiasa kali itu bah, disiapkan dalam waktu kurang dari 1 jam -_-"
"Tarek, bang! Tarek!" masker pun ga sempat dilepas
Geng pembuat umbul-umbul, Kak Ciccio, Kak Rani, Nikmal dan Bang Molen
Setelah itu kita briefing dipandu Ketua terdahulu, bang Rudi (medanwisata.com) dan abang tukang kombur, bang Yoga (komburkali.com). Nggak ada angin tapi ada hujan, tiba-tiba aku didapuk jadi MC bayangan. Kenapa bayangan? Karena cuma suara alias Voice-Over, mukanya ga boleh keliatan. Jaga aurat mungkin kayak dicadarin, hihihi...

Bang Yoga Aizeindra a.k.a Komburkali buka acara, tapi bilangnya bukan MC. Terserah abang aja lah ya~

Kekginilah kalo MC bayangan, sikap berdiri pun udah nggak ikut aturan public speaking lagi. Orang Dapur...
Acara dimulai pukul 14.00 tepat, ratusan orang dari berbagai komunitas sudah duduk manis. Walau lesehan, tapi acara ini bener-bener padat! Beberapa orang terpaksa harus duduk di bangku luar bahkan berdiri karena sudah tidak ada tempat duduk lagi di dalam (terharu wee~)
Sesaat setelah Bang Yoga membuka acara dengan komburnya, aku sudah siap sedia di ruang panitia. Begitu aku ambil Mic, seketika peserta nyariin "Mana orangnya? Siapa yang ngomong?" Maaf ya, nggak dikasih izin keluar sama yang punya hajat~

Bang Jimmy dari XL lagi memberi sambutan. Perhatikan tasnya! Jangan-jangan itu isinya hape gratis semua!
Bang Jimmy (ceritajimmy.com) pun menyampaikan sambutannya selaku perwakilan dari XL yang mensponsori ultah BlogM yang pertama ini. Yang paling bikin kaget apa cobak? Tiba-tiba bang Jimmy ngeluarin sebiji HP BARU UNTUK DIBAGIKAN GRATIS! Panitia nggak tau apa-apa. Kan mantap kali XL ini!

Lilin itu bang, bukan tornado api. Sepala gitu kali nghembosnya

The Giant and The Dwarf
Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng. Bang Rudi didampingi sesepuh Blogger Medan (Bang Agoez Perdana dari kabarmedan.com, Bang Wahyu Blahe dari ceritamedan.com dan Bang Din dari Venom ehh dinneno.my.id). Acara ini makin semarak dengan iringan musik akustik dari MyXGirlfriend yang membawakan lagu Selamat Ulang Tahun diikuti seluruh undangan yang hadir.

Setelah itu Blog M Award pun dibacakan. Voting nominasi sudah dimulai sejak bulan lalu, pesertanya adalah seluruh anggota aktif BlogM, votersnya pun dari anak-anak BlogM.
Berikut 5 kategori yang diperlombakan beserta pemenangnya

PEMENANG BLOGM AWARD DI 1ST ANNIVERSARY BLOGGER MEDAN

Kategori Blogger TerBlogwalking :
Mollyta (http://www.mollyta.com)

Kategori Blogger TerUpdate :
Funy (www.diarykhansa.com)

Kategori Blogger TerInspirasi :
Mollyta (http://www.mollyta.com)

Kategori Blogger TerBranding :
Komburkali (www.komburkali.com)

Pemateri DURIAN Terfavorit : Rizky Nasution (www.nasutionrizky.com)

Di sela-sela acara juga ada hiburan seperti Stand up Comedy dari Iyah dan Bang Yoga, juga games untuk bagi-bagi merchandise keren dari XL yang dipandu oleh Iyah dan Tiara. Ada kaos, kipas, pulpen ucul sama pembuka botol yang dibagi-bagikan ke undangan yang hadir.

Nge-games bareng Iyah dan Tiara
Jangan tanya siapa yang lagi StandUp Comedy, dia emang mirip aku. Adek gue inih~

Dan selanjutnya, inilah pengumuman pengurus baru Blogger Medan periode 2016!

Barisan prosesi pengurus lama terlebih dahulu memauski ruangan upacara (apa sih!)
Pengurus Lama 2015:
Ketua : Rudi Hartoyo
Sekretaris : Dewi Sartika
Bendahara : Rinrin Rinjaniah

Pengurus Baru 2016:
Ketua : Yoga Aizeindra
Sekretaris : Lily Nur Indah Sari
Bendahara : Mahdiyyah Ardhina

Pengurus Lama dan Pengurus Baru sesaat setelah turun tahta dan naik tahta. Nggak segan sama mahkotanya wee
Selanjutnya, kita pun nggak lupa foto-foto beserta seluruh undangan yang hadir. Mereka berasal dari komunitas-komunitas yang ada di penjuru Kota Medan. Yang lebih Xtra Luarbiasa nya lagi nih, kita beneran nggak nyangka kalau pesertanya mencapai 108 orang!!! Hwaaa~ Makasih untuk kehadiran kalian semua... *terharu

Add caption

Kemeriahan ulang tahun pertama Blogger Medan ini juga tentunya nggak lepas dari dukungan orang-orang yang menginginkan BlogM menjadi lebih maju lagi. Dan ini dia, sponsor acara kita yang tidak mungkin kita lupakan. Terima kasih untuk XL, Venom, Maidanii Pancake Durian, Wohlstand Supplier, Medan Heritage, Xprime Production serta jajaran media partner : KabarMedan.com , CeritaMedan.com dan WaspadaOnline.co.id. Semoga kebaikan senantiasa menyertai kita semua, Aamiin :)

Barisan Para Sponsor (ki-ka) Venom, Kabarmedan.com, XL, Ceritamedan.com, Wohlstand Supplier
Itu tadi keseruan dari ulang tahun pertama Blogger Medan yang digelar di Griya XL, 14 Februari 2016 kemarin. Ada harapan-harapan baru pada pengurus baru, walaupun ketua bilang,

"Jangan Berharap Banyak, Tapi Bersama-samalah Mewujudkannya"
-Aizeindra, 2016-

BlogM dalam peranannya menghidupkan industri kreatif digital mudah-mudahan bisa terus menginspirasi baik blogger baru maupun blogger senior serta terus merangkul seluruh blogger yang ada di Medan. Alangkah lebih baik lagi kalau bisa se-Sumatera Utara.

Semoga terus menginspirasi lewat dunia digital ya Blogger Medan!!!
Selamat ulang tahun pertama!!
Sukses~

Assalamu'alaikum sayang. Hai, Nak... Bagaimana kabarmu? "Waalaikumsalam. Hai Bu, aku b...


Assalamu'alaikum sayang. Hai, Nak... Bagaimana kabarmu?

"Waalaikumsalam. Hai Bu, aku baik sekali. Tetapi aku rindu ibu. Apakah kita bisa bertemu?"

Belum, sayang... Kita belum bisa bertemu...

"Kenapa kita belum bisa bertemu, bu?"

Ibu belum menemukan ayahmu. Tanpa ayahmu, tentu kita belum bisa bertemu.

"Aku sudah tak sabar ingin melihat dua malaikatku. Sulitkah menemukan seorang ayah, bu? Bagaimana sosoknya ayah itu?"

Tidak sulit nak, yang pasti ia harus seorang lelaki. Tetapi di dunia ini sekarang, menemukan lelaki yang dapat menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya juga tidak gampang.

"Kenapa, bu?"

Banyak yang lelaki secara fisik, tetapi tidak lelaki secara mental, sikap dan kepribadian.

"Benarkah, bu? Lalu seperti apa ayah yang baik itu? Apakah harus seseorang yang kaya raya?"

Harta itu semu, Nak. Kita seperti memilikinya tapi sesungguhnya tidak kita miliki. Walau surat tanah, surat kendaraan, surat rumah, surat dagang, semuanya berbunyi "Kepemilikan atas nama" tetapi sesungguhnya itu hanyalah "Pinjaman atas nama".

Allah hanya meminjamkannya. Lelaki yang kaya raya belum tentu menjadi ayah yang baik untukmu. Jika hartanya hanya dibanggakan, dihabiskan untuk foya-foya, hidup bermewah-mewahan dan berlebih-lebihan, Ibu khawatir harta itu akan merusakmu. Jika ayahmu lelaki yang menganggap harta adalah segalanya, maka ia akan memanjakanmu dengan kebahagiaan semu dunia. Ia berpikir bahwa tugasnya hanya mencari nafkah, memberi makan, membelikan baju, membiayai sekolah. Padahal sesungguhnya seorang ayah harus menjadi kepala sekolah, menyusun kurikulum pendidikan bagi anaknya.

Ibu tak ingin kita mendewakan harta, sehingga berlelah-lelah bekerja hanya untuk menumpuk kekayaan. Menyedihkan jika kita hanya menjadi budak harta nak... Menyedihkan sekali...
Budak harta bisa dibeli idealismenya, bisa digadai imannya, bisa diperalat ilmunya. Tidak, Nak...

Jikapun ayahmu seorang yang berharta, ibu ingin ia mengajarkan kita bahwa segala sesuatunya adalah titipan, tak ada yang benar-benar kita miliki.
Ayahmu haruslah seorang yang akan mengajarkan berderma, bersimpati terhadap orang lain, mengajarkan kearifan dan kelembutan hati lewat keringanan tangan untuk bersedekah. Ayahmu akan mengajarkan bahwa kekayaan datang dari Allah dan hanya akan menjadi berkah jika dihabiskan di jalan Allah. Kau tidak akan dimanjakan oleh fasilitas mewah berlimpah ruah, melainkan kau akan diajarkan berusaha dalam hidup. Sehingga kau akan mengerti, masalah bukan diselesaikan dengan uang, tetapi dengan sabar dan sholat, dengan kearifan berpikir yang diiringi keridhoan atas ketetapan Allah.

Tahukah, Nak...
Orang beriman hanya akan mengambil apa yang cukup untuk dunianya.
Ingat, nak.. Yang CUKUP.
Sebab Allah tidak pernah menciptakan kemiskinan, Allah hanya menciptakan kecukupan dan kekayaan. Jika tidak kaya, maka berarti kita cukup. Jika lebih dari cukup, berarti Allah mengkayakan kita.

Soal harta jangan takut nak, Kita tak perlu khawatir dengan kefakiran sebab kita adalah hamba dari Allah Al-Ghaniy, Yang Maha Kaya.
Semutpun hidup, makan dan berkeluarga. Semut tak takut menjalani hidup walau ia ringkih jika tersenggol tangan manusia atau terpijak manusia.
Cicakpun sama, ditakdirkan baginya makanan berupa serangga terbang, sementara cicak tak bersayap, hanya mampu merayap. Tetapi cicak hidup, nak...Tidak punah... Itulah bukti bahwa segala sesuatu di atas bumi ini sudah diatur rezekinya, ada kadar yang sudah Allah takar.
Harta itu,
Jika tiada, ia bisa dicari
Jika ada, yakini ia bisa habis

"Oh, begitu... Baiklah, berarti bukan harta yang utama ya, Bu? Kalau begitu, apakah Ayah harus seseorang yang tampan dan memiliki fisik bagus? Yang kudengar, banyak orang menikah dengan pemilik fisik yang indah untuk memperbaiki keturunan, bukankah menyenangkan jika ayah seorang yang tampan?"

Nak, apakah rupa yang tampan sesuatu yang bisa kita minta sebelum lahir?
Laqod khalaqna-l-insaana fi ahsani taqwiim, Sesungguhnya Allah telah menciptakan kita dalam sebaik-baik bentuk. Kita dan raga kita sudah berjodoh sejak pertama kali diciptakan, nak...

Rupa yang tampan bukanlah yang utama. Apakah engkau senang jika ayahmu tampan namun mempunyai sikap dan perangai yang buruk? Naudzubillah... Jika ayahmu tampan, namun gagal mendidikmu, malah suka bertindak buruk terhadapmu, percayalah nak, wajah tampannya tak akan menolong apa-apa. Jika kau tak suka pada ayahmu, maka wajah tampannya akan menjadi bagian yang paling tidak ingin kau lihat. 

Sekali lagi, paras rupa tidak mampu menolong apa-apa, Nak...

Nabi Yusuf yang tampan dan mempesona itu diangkat menjadi nabi bukan karena ketampanannya, melainkan ketaqwaannya. Justru ketampanannya telah menjadi ujian baginya, sayang...

Kau tahu Nak? Di dunia ini kini ketampanan bukan lagi barang langka. Operasi plastik, mengubah rupa yang telah diciptakan Allah, bukan lagi hal yang sulit. Semua orang berlomba-lomba menjadi tampan dan cantik.
Yang langka di dunia saat ini adalah keimanan, keilmuan dan hamba yang bertaqwa.
Menemukan ketiganya sulit sekali. Sebab iman itu disembunyikan, ilmu itu sudah mulai diangkat ke langit dan taqwa itu juga disembunyikan.

Jadi, Nak, tak perlulah seorang yang super tampan rupanya untuk menjadi Ayahmu. Bagi ibu, menemukan seorang Ayah yang baik agamanya, baik akhlaknya, baik sikapnya kepada Allah dan kepada manusia, sudah cukup untuk menjadi ayah yang baik bagimu.

"Baiklah, Bu... Lalu, apakah ayahku harus seseorang yang terpandang karena nasab atau jabatannya?"

Terpandang di mata manusia, tapi tidak dipandang Allah, itu menyakitkan nak...
Mencari penilaian manusia adalah pekerjaan yang melelahkan. Dunia ini bagai bayang-bayang. Kita bisa melihatnya tapi selamanya tak akan pernah bisa menggenggamnya. Jika kita ikuti bayangan itu, sampai kapanpun kita tak akan pernah menyentuhnya. Tetapi jika kita berbalik dan meninggalkannya, maka bayangan itu akan mengikuti kita.

Beda halnya jika kita terpandang di hadapan Allah. Tak apa jika tak terkenal di antara penduduk bumi, asal kita terkenal di antara penduduk langit. 

Nama kita kerap dibicarakan para malaikat
Surga memanggil kita merindu untuk dimasuki
Sementara neraka meminta agar kita tak menyentuhnya.

Jabatan pun semu, nak...
Status kita yang paling pasti adalah hamba Allah, sedang jabatan utama kita adalah Khalifatu fil-ardhi, Khalifah di muka bumi.
Cukuplah ayahmu seorang yang memahami statusnya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi, maka engkau akan dididiknya sebagai hamba Allah yang berkemampuan menjadi khalifah di muka bumi.

"Jika bukan harta, rupa dan status, lalu sebaiknya Ayah itu orang yang seperti apa, Bu?"

Semoga ayahmu adalah seorang lelaki yang selalu menautkan hatinya kepada Allah, mencontoh teladan sempurna Rasulullah, dan patuh melaksanakan nasihat Al-Qur'an dan Sunnah.
Tahukah, Nak... Sahabat Nabi pernah berpesan,
"Nikahkanlah anak perempuanmu dengan lelaki beriman. Jika ia cinta maka ia akan memuliakan, jika tidak cinta maka ia tidak akan menyakiti"
Lelaki sholih, lelaki yang pantas menjadi Ayah, seperti itu Nak... Yang memahami titah Allah dan pesan Rasulullah. Bersama seorang pria beriman dan bertaqwa, Ibu bisa mempercayakanmu untuk dibinanya. Diajaknya mengenal Allah, ditanamkannya cinta kepada agama. Seperti Luqmanul Hakim, seorang biasa yang tercantum namanya dalam Al-Qur'an karena kearifannya mendidik anak. TAUHID, pelajaran pertama bagi anaknya. Bukan calistung (baca, tulis, hitung) atau bahasa asing.

"Sebentar, Bu... 'Tidak cinta?' Apa bisa seorang Ayah dan seorang Ibu saling membersamai tanpa cinta?"

Tentu bisa, sayang... Syarat sah menikah itu bukan cinta, tetapi seorang mempelai pria, seorang mempelai wanita, wali, saksi, mahar dan ijab qabulnya.

Menikah tanpa cinta tidak masalah 
yang berbahaya justru jika menikah tanpa visi misi.

Ibu tidak akan mengorbankan masa depanmu demi perasaan cinta ibu. Lebih baik Ibu mengorbankan perasaan Ibu ketimbang mempertaruhkan masa depanmu.

"Bu, jangan seperti itu... Aku sedih..."

Dengarlah, Nak... Cinta itu punya masa kadaluarsa, dalam hitungan beberapa tahun ia akan mulai memudar lalu habis tak bersisa. Tapi jika kita mencintai karena Allah, mendahulukan cinta kepadaNya, maka cinta itu kekal. Sebab landasannya kepada Allah, Dzat yang tidak pernah habis.

Nak, cintaku mungkin hanya akan bertahan beberapa masa, tetapi masa depanmu masih panjang, berkali-kali lipat dari masa aktif rasa cintaku.
Nak, setelah masa cinta itu selesai, yang tersisa pada Ibu dan Ayahmu selanjutnya adalah rasa sayang dan komitmen.
Komitmen kepada Allah, kepada keluarga, kepada pasangan dan kepada diri sendiri. Bahwa ijab kabul yang diucapkan saat akad nikah ianya bernama MITSAQON GHOLIZA (Janji yang erat) setara dengan janji para Nabi kepada Allah saat diangkat, setara dengan janji sang bayi dalam rahim saat ruhnya ditiupkan.

Kau tak perlu bersedih, sayang... Ibu memperjuangkanmu jauh sebelum kita bertemu bahkan jauh sebelum aku tahu seperti apa engkau kelak. Kau berhak atas ibu yang baik, maka aku bersiap memperbaiki diri untukmu. Kau berhak atas Ayah yang baik, maka aku mencarikan ayah untukmu. Kau berhak punya masa depan yang baik, maka aku dan ayahmu akan bekerjasama untuk itu. Aku hanya tak ingin durhaka sebelum engkau durhaka padaku. Aku takut durhaka padamu jika salah memilihkan ayah untukmu.

"Bu, adakah ayah akan seperti itu?"

Ada, Nak... Percayalah. Sebab takwa itu tersembunyi, tentu hamba-hamba Allah yang bertakwa pun tersembunyi. Kita hanya perlu meyakini bahwa Allah itu baik, Maha Baik. Tidak ada ketentuan Allah yang buruk, kecuali kita yang berprasangka buruk terhadap ketentuannya.
Kita hanya harus percaya bahwa saat kita memperbaiki diri, jodoh kita pun akan ikut diperbaiki Allah. Entah siapa yang tengah berjuang lebih dahulu antara aku atau ayahmu. Entah dia yang terlebih dahulu memperbaiki diri sehingga aku ikut diperbaiki Allah, atau aku yang duluan memperbaiki diri lalu dia ikut diperbaiki Allah?

Dalam setiap sujudku dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa, terus kupintakan kepada Allah

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Robbi hab lii mina-s-shoolihin
Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh (QS. Ash Shaffaat: 100)
Seperti Nabi Ibrahim 'Alaihissalam yang terus memanjatkan doa ini seraya memohon anak yang shalih. Tetapi Allah memberi lebih, kelak dari garis keturunan Ibrahim-lah terlahir Sang Penyeru Alam, Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam.
Akupun sama, memohon agar keturunan kita senantiasa terjaga, dimasukkan dalam golongan orang-orang sholeh. Kelak, jika keturunanku lebih shalih, maka ialah yang akan menyelamatkan generasi sebelum-sebelumnya. Jika imannya lebih baik, maka ia bisa menyelamatkanku.

Kuiring selanjutnya dengan doa yang tak jauh berbeda,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’
Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa (QS. Ali Imron: 38)
Seperti Nabi Zakariyya yang memintakan keturunan yang baik sehingga dihadiahkan Yahya AS baginya di masa tuanya. Pun Zakariyya yang mengasuh seorang wanita mulia, Maryam yang terjaga kesuciannya.

Apapun itu, kita hanya harus terus berjuang, Nak...
Ibu disini diiring doamu disana, semoga kita semua bisa bertemu pada waktu yang tepat, utamanya dalam taat.
Assalamu'alaikum sayang...

"Waalaikumsalam, Bu..."

"Aduh, kuota habis lagi..." "Iya nih, tiba-tiba pulsa yang baru saya isi kemarin sud...

"Aduh, kuota habis lagi..."
"Iya nih, tiba-tiba pulsa yang baru saya isi kemarin sudah nol saja"
"Gadget saya rusak, nggak tahu diapain sama si kecil"
 -------
Keluhan-keluhan seperti di atas sering dilontarkan para orangtua. Menjadi orangtua di era digital berarti juga harus siap memiliki anak generasi digital. Tidak jarang kita temukan balita yang sudah mahir mengoperasikan gawai. Jika saat kecil dulu kita sudah cukup takjub dengan kehadiran handphone, hari ini kita dibuat lebih takjub lagi dengan anak-anak yang mampu membuka password gawai ayah atau ibunya padahal belum bisa membaca. Bahkan mengunduh aplikasi dan menjalankannya bukan lagi hal sulit bagi balita zaman sekarang.

Situs 'berbahaya' serta konten tidak ramah anak juga seringkali muncul, hal ini dapat membahayakan bagi anak terutama pada masa Golden Age-nya. Orangtua seringkali luput pengawasan sehingga anak menjadi 'korban konten' dari gadget ayah bundanya. Fitur pengawasan pun tak cukup banyak membantu, lagi-lagi karena kecerdasan anak era digital melebihi orangtua era konvensional.

Pada umumnya produsen smartphone tidak terlalu memperhatikan hal ini, fitur canggih untuk kalangan dewasa dan profesional sepertinya masih menjadi jualan utama. Tetapi salah satu produsen smartphone terkenal, ACER ingin memberikan kenyamanan dan keamanan penggunaan gadget bagi orangtua dan anak, sehingga saat anak menggunakan gadget, Anak Senang, Orangtua Tenang.

ACER Liquid Z320 yang merupakan seri terbaru dari keluarga Liquid Z meluncurkan sebuah fitur canggih ramah anak yang bernama

KIDS CENTER

Untuk memenuhi keingintahuan anak-anak terhadap ponsel, Acer telah membenamkan fitur aplikasi Kids Center, yakni panduan multimedia untuk anak-anak mulai dari belajar, musik, video, kartun, dan akses web yang sesuai dengan umurnya. Dengan begitu orang tua bisa merasa lebih tenang ketika anak memainkan ponsel.


Mari kita intip sedikit fitur Kids Center dalam Acer Liquid Z320 ini...




Kids Center merupakan fitur pre-install di dalam smartphone Acer Liquid Z320 sehingga orangtua tidak perlu men-downloadnya lagi. Fitur ini juga dapat membatasi aplikasi yang digunakan oleh anak. Kids Center juga dilengkapi parental control sehingga bisa memantau akses internet anak sekaligus mengatur keamanan sehingga anak tidak bisa mendownload atau membeli sesuatu tanpa seizin spAcer.


Tersedia berbagai aplikasi seperti video, games, websites, paintbox, camera, mypicture, wallpaper, dan aplikasi lainnya yang dapat di-download sendiri seperti piano untuk anak yang suka musik.

Video ramah anak mulai dari kartun kesukaannya, dongeng (fairytales atau bedtime stories) hingga informasi menarik yang aman bagi anak.

Orangtua juga bisa mengatur website yang boleh dikunjungi anaknya saat menggunakan gadget, seperti National Geographic yang sarat ilmu pengetahuan

Menggambar dan mewarnai lebih seru dengan ragam pilihan gambar yang disediakan oleh Kids Center. Cara menggunakannya sangat gampang, anak pasti senang.

Tenang saja, semua fitur tadi akan tetap aman. Anak tidak bisa keluar dari fitur jika orangtua mengaktifkan sistem keamanannya.

Kehadiran Acer Liquid Z320 ini menjadi bukti bahwa Acer selalu total dalam menyediakan produk gadget berkualitas.

Tidak hanya ramah anak, ACER Liquid Z320 juga memuaskan orangtua dengan fitur canggihnya seperti berikut :

  • Layar 4.5 inci
  • Dual SIM
  • OS Android Lollipop
  • Chip Snapdragon 210
  • CPU Quad-core 1.1 GHz
  • RAM 1 GB
  • Dilengkapi dengan slot external memory
  • Memori internal 8 GB
  • Kamera depan 2 MP
  • Baterai kapasitas 2.000 mAh

Acer Liquid Z320 memiliki teknologi Blue Light Shield, sebuah aplikasi yang membuat pengguna dapat mengontrol banyaknya cahaya biru yang muncul pada layar ponsel. Dengan menurunnya kadar cahaya biru, maka akan mengurangi efek negatif dari paparan cahaya di layar, sehingga mata bisa menjadi lebih nyaman di depan layar meski berlama-lama sekali pun.

Itulah kecanggihan dari smartphone terbaru ACER Liquid z320.
Bagaimana soal harga?
Jangan khawatir, semua fitur canggih dan aman tersebut dapat anda miliki dengan harga 1.099.000 rupiah saja!
Wow! Dengan ACER Liquid z320, ANAK SENANG, IBU TENANG...

Ini adalah sebuah pengalaman pribadi saya di penghujung tahun 2015, waktu itu... &q...

Ini adalah sebuah pengalaman pribadi saya di penghujung tahun 2015, waktu itu...

"Setelah menunaikan sholat Zuhur, saya kembali ke tempat tadi, sebuah tempat yang cukup nyaman untuk menulis. Meja saya sudah ditempati orang lain, jadi saya menunggu saja di kursi baca.

Saya memperhatikan segerombolan anak kecil yang berjumlah sekitar 4 orang, bolak-balik saling melirik layar komputer temannya. Melihat gerak-geriknya, saya jadi penasaran. Lantas saya berjalan ke belakang kursi salah satu dari mereka.

Alangkah terkejutnya saya saat mendapati laman yang sedang dibuka anak berbaju putih berpostur kurus ini! Ia membuka sebuah laman profil facebook milik wanita dewasa lantas asyik scrolling foto-foto perempuan tersebut. Lalu rekannya datang, mereka memilih similar friend yang ada di profil tersebut.

"Coba buka ini, cantik..." Begitu kata temannya menunjuk salah satu profil perempuan.

Astaghfirullah! Panas dada saya dibuatnya!
Temannya yang lain pun sama, saya lantas mengintai dari balik rak buku dan mendapati anak tersebut sedang membuka Youtube. Tapi gelagatnya aneh, setiap kali ada yang datang dan membuka pintu, refleks dia menoleh persis seperti orang ketakutan, ya, takut ketahuan. Cukup bagi saya untuk memahami bahasa tubuhnya.

Satu lagi yang sangat menyedihkan, Anda kira kejadian ini terjadi dimana? Di Warnet kah?
Salah. Saya sedang di Perpustakaan Umum! Tempat yang seharusnya digunakan untuk belajar dan menambah ilmu. Bayangkan! Jika di tempat umum saja mereka berani mengakses seperti ini, apalagi di tempat tertutup? sepi? tidak ada orang? Saya ngeri membayangkan apa yang berani mereka akses lebih dari ini. Ayah bunda, para guru, apa yang anak anda lakukan di facebook?
_______

Begitulah.
Itu hanya satu dari sekian banyak fenomena yang terjadi akibat kehadiran media sosial. Tak jarang, pemilik akun medsos ini bukan orang dewasa, melainkan anak-anak yang menipu usianya sehingga bisa membuat akun facebook. Selain itu, tak jarang pula kita menemukan balita yang mahir mengotak-atik gadget, bahkan beberapa sudah mampu mengoperasikannya. Aneh juga rasanya melihat anak kecil yang belum bisa membaca tapi tahu menggunakannya.
Hal ini tidak selalu berbuah baik, kadangkala malah menimbulkan masalah baru seperti kecanduan games hingga yang paling parah candu pornografi.
Beberapa penyakit kejiwaan baru pun bermunculan, mulai dari yang tidak mampu lepas dari gadget, gila selfie hingga ratusan foto per hari sampai tindak asusila yang bermula dari media sosial.
 
Generasi Milenia.
Generasi yang kini kita lihat begitu cerdas terutama lekas akrab saat bersentuhan dengan teknologi. Seperti yang telah diketahui, teknologi bagai dua sisi mata pisau. Manfaatnya banyak, mudharatnya juga sama.

Generasi manakah yang ingin kita bentuk?


Bayangkan saja, di zaman ini keterbukaan informasi berbanding sama dengan kebocoran informasi.
Mengapa saya sebut demikian?
Akses tanpa batas di dunia digital memang akan memudahkan kita untuk cepat memperoleh informasi, tapi juga menjadi tantangan

Ya.
TANTANGAN!

Tantangan bagi segenap orangtua untuk menjaga anaknya. Bagaimanapun, anak adalah amanah. Pertanggungjawabannya tentu kepada Allah. Mengenalkan anak kepada Tuhannya, mengajarkan anak untuk mencintai agamanya, bukankah itu merupakan tanggung jawab orangtua?

Pada dasarnya tidak sulit membangun keluarga Qur'ani di tengah gerusan era globalisasi seperti ini. Jika saja setiap orangtua memiliki kemampuan menjalankan peran sebagai orangtua, jika saja setiap orangtua memahami betapa keluarga Qurani adalah solusi di zaman ini, jika saja setiap orangtua terus belajar memperbaiki diri...

Bukan. Bukan "JIKA SAJA".
Itu artinya kita hanya berandai-andai. Mari bergerak bersama.

Ayah, Bunda, dan para calon orangtua, renungkanlah sejenak

Pertama,
"APA YANG BISA MENJAMIN KEAMANAN ANAK ANDA KALAU BUKAN PAGAR IMAN DAN AGAMA?"

Di zaman yang semakin edan ini, kita nyaris tidak punya pegangan selain iman. Asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, babysitter, bodyguard, semua itu belum tentu bisa menjamin keamanan anak anda.
Apakah mata anda mampu melihat semua kegiatannya?
Apakah telinga anda sampai mendengar pembicaraannya?
Apakah tangan anda selalu bisa menggenggamnya?

Jawabannya hanya satu, Titipkan pada Allah.
Kembali lagi, ini perkara iman kan?
Ini perkara mengajarkan agama kan?

Kedua,
"APA YANG BISA MENYELAMATKAN ANDA DARI SIKSA KUBUR KALAU BUKAN DOA SEORANG ANAK YANG SHALIH?"
Ketika ajal menjemput, nafas terhenti, amalan diputus, adakah anda mampu menolong diri anda sendiri?
Satu dari tiga penolong itu adalah doa anak yang shalih.
Jika anda tidak berhasil mengenalkan anak kepada Tuhannya, jika anda tidak bisa membuat anak anda mencintai agamanya dan memiliki kebanggan terhadap agamanya, bagaimana ia bisa tahu cara mendoakan anda?

Mengapa Kita Perlu Membangun Keluarga Qurani?

 "
ALLAH adalah kekuatan
RASULULLAH adalah teladan
QURAN dan HADITS adalah panduan
"
Generasi yang mencintai ALLAH,
akan menjadikan Allah sebagai pegangan utama. Menumbuhkan khauf (rasa takut) dan rojaa' (pengharapan) secara bersamaan. Ia takut, karena meyakini semua tindak-tanduknya disaksikan Allah. Ia akan takut berbuat jahat, ia takut berbuat maksiat. Tetapi di saat yang sama, dalam hatinya ia penuh harap kepada Allah, menggantungkan serta menyerahkan segala urusan kepada Allah.

Generasi yang mencintai RASULULLAH,
tidak akan linglung mencari pedoman, tidak akan kesulitan menemukan role model. Ia tidak perlu mengikuti artis idolanya, tidak perlu mencontoh prilaku yang tidak benar. Sebab Generasi Qurani meyakini bahwa Rasul teladan sempurna. Semua aspek ada padanya. Kesuksesannya telah nyata, walau begitu jauh jarak masanya, namun ajarannya tertanam sempurna.

Generasi yang mencintai AL-QUR'AN dan HADITS,
tidak akan memusingkan permasalahan hidup. Dipikirkan, tapi tak untuk dipusingkan. Sebab semua jawaban telah tercantum dalam Al-Qur'an yang diagungkan. Walau akan disebut fanatik, radikal, ekstrimis, tetapi generasi Qur'ani akan tegar dan istiqomah karena Quran menjadi panduan. Segala penciptaan dari awal kehidupan hingga saatnya masa kehancuran, semua sudah dituliskan. Generasi ini adalah generasi cerdas, mampu membaca peta zaman, hidupnya sudah penuh jawaban, bukan lagi pertanyaan.
 
Tanpa unsur ketiganya, kita hanya akan menghasilkan generasi yang lemah, yang hidupnya tak berarah. Sedang Allah telah mengingatkan kita pada surah An-Nisa ayat 9 :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”.

Inilah teguran istimewa itu!

Apakah kita ingin meninggalkan generasi yang lemah?
Yang kehilangan pegangan dan tak tahu arah?
Yang hidup hanya sekedar hidup tapi tak urung sadar bahwa ia dicipta untuk beribadah?

Di tengah derasnya gerusan zaman, kuatnya badai godaan, apakah generasi kita akan kuat jika tak menempatkan Allah, Rasulullah serta Al-Qur'an dan Hadits dalam hatinya?
_______

Beginilah generasi Qurani, imannya mengalahkan 'kegilaan' zaman yang mampu membunuh nurani.

Inilah generasi Qurani, melawan mainstream dengan sopan.

Generasi ini bukan generasi lemah, generasi ini dirindu dunia, didamba syurga.
InsyaAllah...

Mudah-mudahan Ayah, Bunda dan segenap calon orangtua mulai mempersiapkan diri untuk membentuk keluarga Qurani. Aamiin...

www.islamic-bookfair.com
Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba #NgeblogIslami dalam menyambut Islamic Book Fair 2016, 26 Feb-6 Mar 2016